RESIK – Dampak dari wabah corona di Gresik membuat hampir semua elemen lapisan masyarakat terkena dampak, dan oerhimpunan perempuan lintas profesi ( PPLIPI ) tergerak untuk memberikan sentuhan dengan berbagi sembako untuk meringankan biaya hidup, demikian disampaikan Ketua PPLIPI Gresik Riris Ghofir , Senin (20/4).
” Kita yang di Gresik baru terbentuk 3 bulan lalu, terdiri dari berbagai lintas profesi mulai dokter, konsultan hukum, pemborong, bidan, dan aneka profesi lainnya, dari ngobrol di grup dan masukan dari anggota yang menceritakan dampak dari wabah corona yang menyebabkan penghasilannya menurun drastis, sehingga kita tergerak untuk membantu mereka,” jelas Riris.
Lebih lanjut di katakan, dari ngobrol di grup itu disepakati untuk membantu kelompok dhuafa, pedagang lapak di trotoar, dan gojek, dan disepakati ada 3 wilayah kecamatan yang disisir, mulai dekat perumahan Dinari, I love GKB, Jl Usman Sadar, Pasar Kota, Pelabuhan Gresik, dan Jl Harun Tohir.
Salah satu Gojek Sunarko yang menerima bingkisan dari PPLIPI mengaku gembira, pasalnya order sepi,” Sejak ada wabah corona, order masuk sangat sepi, pendapatan kami sebelum Corona dalam sehari minimal 100.00 ribu sehari, saat ini bisa dapat 25.000 ribu kotor dalam sehari saja sudah bagus, makanya kami beserta teman gojek sangat senang,” jelasnya.
Mat Dullah salah seorang penerima paket sembako dari kawasan pasar kota mengaku sangat senang,” Bagi kami yang bekerja informal dan jaramg mendapat order kerja, mendapat bingkisan sembako dari ibu ibu, minimal bisa bertahan hidup beberapa hari,” ujarnya singkat. (ali)











