• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home JAWA TIMUR

Petani Desak Kades Hadirkan Developer

admin by admin
5 years ago
in JAWA TIMUR
Reading Time: 3 mins read
0
Teks foto: Sebanyak 60 orang petani gogol gilir saat mengadakan pertemuan dengan kades dan BPD di kantor desa setempat. Para petani mendesak kades agar pertemuan selanjutnya menghadirkan pengembang. (zainul)

Teks foto: Sebanyak 60 orang petani gogol gilir saat mengadakan pertemuan dengan kades dan BPD di kantor desa setempat. Para petani mendesak kades agar pertemuan selanjutnya menghadirkan pengembang. (zainul)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

SIDOARJO – Ketua kelompok tani dan sebanyak 60 orang petani gogol gilir Dusun Kaweden Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin mendesak Kepala Desa (kades) Kedensari, Mustakim untuk menghadirkan developer/pengembang PT Pilar Bangun Kencana (PBK) paling lambat Rabu 2 Juni 2021 di kantor desa setempat.

Tujuannya untuk meminta pertangung jawaban kades dan carik atas penjualan tanah ke empat orang petani yang sudah diberi uang tanda jadi (UTJ) agar dibatalkan karena penjualannya dinilai tidak prosedural dan tidak transparan.

“Intinya kami (petani, red) menolak penjualan dengan pengembang PT PBK, karena selain tidak prosedural dan tidak transparan, cara membeli tanah ke petani melalui door to door sambil menakut – nakuti sehingga petani mau diberikan uang panjar Rp 4 juta sebagai tanda jadi, ” kata Kartono, ketua Poktan saat dikonfirmasi usai pertemuan dengan kades di kantor desa setempat, Senin malam, (31/5/2021).

Selama pertemuan berlangsung, terjadi ketegangan antara carik, kades dan petani. Bahkan pertemuan tersebut seakan menjadi ajang untuk memblejeti kinerja kades dan carik.

Terutama pada saat petani mempertanyakan siapa saja ke empat orang petani yang sudah diberi tanda jadi oleh developer. Karena selama ini tidak pernah tahu  sehingga bertanya – tanya siapa sebenarnya ke empat petani tersebut.

Bahkan carik mengaku lupa atau hanya pura-pura lupa ketika ditanya oleh salah seorang petani untuk menjelaskan siapa saja ke empat orang yang sudah diberi uang tanda jadi.

“Masak mengingat nama empat orang saja lupa, kecuali kalau sampeyan menghafal nama 300 orang. Ini kan lucu, wong sampeyan yang membuat perjanjian dan yang mengetik sendiri kok lupa,” desak Ambyah kesal.

Namun ketika didesak, akhirnya carik Yusro menyebutnya meski dengan jawaban agak terbata-bata sambil mencoba mengingat -ingat saat menyebut nama ke empat petani yang sudah diberi uang tanda jadi tersebut.

“Lha gitu saja kok alasan lupa. Saya minta pak kades untuk membatalkan dengan pengembang PT PBK, bagaimana dan apapun caranya. Pak kades dan pak carik harus bertanggungjawab atas penjualan tanah ke empat orang petani tersebut. Alam bawah sadar saya mengatakan, kalau developer tersebut nakal. Saya sudah cek di Dinas Perijinan dan tidak ada nama developer tersebut karena belum kantongi ijin lokasi, “papar Ambyah.

Walau begitu, carik masih mencoba berkelit dengan melontarkan kalimat bahwa ke empat orang petani masih sebatas di verifikasi dan belum dilakukan pembayaran uang tanda jadi.

Praktis, Ambyah pun naik pitam dan kesal dengan kalimat yang dilontarkan carik Yusro yang seakan mencari pembenaran sendiri.

Dengan nada tinggi Ambyah langsung melontarkan jawaban bahwa perjanjian sudah di ketik dan sudah ada uang tanda jadi kok masih di bilang masih diverifikasi.

“Kalau verifikasi gak begitu pak, wong sudah ada uang tanda jadi kok verifikasi. Kami minta kades juga harus berani bertindak dengan pengembang nakal tersebut, karena sudah berani membuka kantor penasaran di lahan Pasar Wisata dan menawarkan kepada calon pembeli (user) melalui brosur. Nanti kadihan kalau user yang menjadi korban, ” papar Ambyah.

Sementara Ketua BPD Kedensari, Mahbub Junaedi mengakui, kades kurang tanggap terhadap persoalan warganya. Namun ia mengatakan, sebetulnya antara warga dengan pendes tidak ada masalah, yang terjadi adalah warga bermasalah dengan pihak pengembang.

Untuk itu, dia menyarankan agar persoalan ini segera diselesaikan dengan memanggil pihak pengembang dengan secepat mungkin, agar keresahan petani bisa segera teratasi dan mencari jalan terbaik.

“Bagaimana pun kades adalah sebagai pelindung dan mengayomi warganya, apapun masalah yang terjadi di desanya, agar segera diatasi tanpa ada pihak yang dirugikan, apalagi warganya,” papar mantan ketua Intako.

Menanggapi hal itu, Kades Kedensari, Mustakim mengakui kurang tanggap terhadap persoalan warganya, terutama dengan pihak pengembang, namun dia berjanji akan berusaha berkomunikasi dan memfasilitasi mempertemukan dengan pihak pengembang secepatnya.

Terkait desakan pembatalan ke empat orang petani yang sudah di berikan uang tanda jadi, kades meminta waktu untuk berkoordinasi dengan atasannya, dalam hal ini pihak kecamatan, selaku pembina.

“Insya Allah besok Rabu 2 Juni 2021 kita hadirkan pengembangnya, saya berharap bisa datang menemui para petani,” janjnya.

Terpisah, direktur PT Pilar Bangun Kencana (PBK) Suhari ketika dimintai tanggapannya dengan hasil pertemuan pemdes dengan petani yang memintanya datang, pihaknya akan datang dan siap bertemu dengan petani.

“Insya Allah, saya akan datang pada pertemuan besok,” pungkasnya, saat dihubungi bidik.news, melalui percakapan selulernya. Selasa (1/06/2021).

Related Posts:

  • IMG_20210528_153658_copy_740x540
    Tak Mau di Klaim Tanah Milik Pengembang, Poktan Blok…
  • kades bancelok
    Kades Bancelok Imbau Petani Gunakan Pupuk Organik
  • bendungan
    Petani Keluhkan Irigasi Saluran Air Bendungan…
  • IMG-20220316-WA0046
    Kades Mangar Gali Potensi Desa Melalui Sektor Pertanian
  • WhatsApp Image 2023-07-17 at 13.06.13
    Saat Reses di Balongbendo, Ketua DPRD Jatim Dapat…
  • petani sampang
    Hasil Panen Merosot Karena Kelangkaan Pupuk 
Previous Post

Pemkab Tulungagung Kembali Raih Opini WTP dari BPK

Next Post

Majukan UMKM, dr Agung Mulyono Nahkoda Baru KAHMI Jatim

admin

admin

RelatedPosts

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme
JAWA TIMUR

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

by Nanang Firmansyah
19/01/2026
0

BANYUWANGI | bidik.news – Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk memperkuat komitmen pengabdian dalam...

Read moreDetails
PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

19/01/2026
Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

Tahun 2025, Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp. 3,9 Triliun

19/01/2026

Rombongan Pesilat Pulang, Jalur Kediri Kota Dijaga Ketat Polisi

18/01/2026

Bank Jatim Bersama dengan Seluruh Bank Anggota KUB Lakukan Pengesahan RSTI 2026-2029

18/01/2026

Peringati Natal Mepet Tambak, Pdt.Dr.Unggul Gunardi: Kehadirat Tuhan Yesus Dimana Saja

18/01/2026
Next Post
Majukan UMKM, dr Agung Mulyono Nahkoda Baru KAHMI Jatim

Majukan UMKM, dr Agung Mulyono Nahkoda Baru KAHMI Jatim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

Momen HKN, Wabup Mujiono Beri Pesan ASN Kuatkan Semangat Profesionalisme

19/01/2026
PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

PLN UIT JBM Ganti Isolator Pecah di GITET 500 kV Kediri Tanpa Pemadaman

19/01/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.