BANGKALAN — Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Bangkalan tinggal hitungan bulan, namun situasi sudah mulai memanas. Hingga berujung terjadinya pembacokan ke salah satu calon peserta.
Peristiwa tersebut terjadi di Balai Desa Benangkah, Kecamatan Burneh beberapa hari lalu. Tepatnya menjelang pembentukan (P2KD) Pantia Pemilihan Kepala Desa.
Pada selasa (16/02/2021) akhirnya pertikaian tersebut bisa diselesaikan secara damai oleh masing – masing kubu yang bertikai.
Hal ini tidak luput dari peran besar para sesepuh Desa Benangkah sendiri dalam upaya memelihara kebersamaan dan menjaga kekompakan antar semua warga di Desa Benangkah.
Peran instansi terkait turut mendukung terciptanya suasana kesepakatan perdamaian yakni, Kecamatan dan Polsek setempat selaku penanggung jawab keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.
Bertempat di rumah makan Suramadu jalan Tangkel Burneh, Selasa tanggal 16 Febuari 2021, kedua kubu yang bertikai, sepakat berkumpul bersama untuk mengucapkan ikrar perdamaian di saksikan oleh Sesepuh dan aparat Desa Benangkah serta dihadiri langsung oleh Kepala Desa Benangkah HM.Dholi.
Juga hadir Sesepuh dari beberapa Desa diantaranya, Kepala Desa Parseh ( M.ilyas ) , Kepala Desa Jambu (H. Salom )
Kepala Desa Den Lanjeng (Dussalam ) , Sesepuh Khabertana Community . (Hesim) Sesepuh Desa Rabesen ( H.Manan ), .Rokib dan H.Syamsul Arifin Anggota DPRD Bangkalan , Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda .
Turut Hadir Pula dalam momen perdamaian tersebut Bapak Camat Burneh ( Ainur Ridho SE S Sos ) , Kapolsek Burneh (Iptu Eko Siswanto SH MH) Beserta jajaran penyelenggara Pemerintahan Kecamatan Burneh dan Aparat Polsek Burneh.
Harapan pihak moment ini bisa menjadi ajang bersatunya kembali, dan terciptanya kembali kerukunan diantara seluruh warga Desa Benangkah yang selama ini sempat renggang .
Semoga pesta demokrasi rakyat (Pilkades) bisa berlangsung aman dan damai, Khususnya di Desa Benangkah, dan di Kabupaten Bangkalan Pada umumnya.
Dilain tempat yaitu di Desa Mano’an Kec Kokop Kabupaten Bangkalan rupanya juga mulai terjadi ketegangan,protes datang dari salah calon peserta kades
terkait adanya spanduk besar bertulisan Pantia Pemilihan Kepala Desa (P2KD)
Pasalnya pendaftaran belum di mulai kok sudah terbentuk P2KD ,mestinya syarat formil dulu dilengkapi oleh para calon Kades terutama calon incumben dan Sekdes nya,
Mereka kan juga nyalon, harusnya letak jabatan dulu di Plt kan,kalau ini di biarkan bisa bikin krisuh juga terang salah satu calon yang namanya enggan di korankan .
Sementara pihak (Bapemas) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Camat Kokop sampai saat ini belum bisa di konfirmasi terkait situasi Desa Mano’an tersebut











