GRESIK I bidik.news – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2024, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menggelar pertandingan bulu tangkis Kajari Gresik Cup 02 (KGC-02).
Pertandingan yang merebutkan piala Kajari Gresik ini sudah berlansung dua kali. Sukses menggelar Kajari Cup pertama, tahun ini kembali di gelar Kajari Cup ke 2. Pertandingan ini untuk mencari bibit-bibit pebulu tangkis di daerah agar nantinya bisa berkompetisi ditingkat lebih tinggi.
Bertempat di lapangan GOR Bulu tangkis Semen Indonesia Komplek Semen Indonesia Jl.Veteran Kec Kebomas Kab.Gresik, Pentandingan Bulu Tangkis Kajari Gresik Cup ke-2 resmi dibuka pada hari Minggu tanggal 08 Desember 2024.
Hadir pada pembukaan, Kajari Gresik Nana Riana, Sekda Gresik Achmad Wasil Miftahul Rachman, Suprapto (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gresik), Kompol Nur Hamim (Kabag KBO Polres Gresik), Anis Ambiyo Putri (Ketua KONI Kab. Gresik), Achmad Fauzan (Ketua PBSI Gresik) dan beberapa Perwakilan OPD Kabupaten Gresik.
Sekda Gresik, Achmad Wasil Miftahul Rachman pada sambutannya mengapresiasi kepada Kejari Gresik atas terselenggaranya pertandingan bulu tangkis Kajari Gresik Cup yang kedua.
“Semoga kegiatan yang menjadi event tahunan bisa mencari bibit-bibit atlit pebulutangkis berprestasi,” ujar Sekda Gresik.
Sementara itu, Kajari Gresik Nana Riana mengatakan bahwa melalui turnamen bulutangkis Kajari Cup 2024, selain untuk mencari atlit berprestasi juga sebagai bentuk menunjukkan semangat anti-korupsi yang dapat diwujudkan dengan cara yang positif dan inspiratif.
“Olahraga mengajarkan kepada kita nilai-nilai kerja keras, disiplin, dan keadilan. Prinsip-prinsip itulah yang selaras dengan cita-cita kita dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” jelas Kajari Gresik, Nana Riana.
Ditambahkan Kajari, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang untuk bertanding, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kolaborasi di antara kita semua.
“Peringatan HAKORDIA bukan hanya momen untuk mengingat pentingnya integritas dan komitmen dalam pemberantasan korupsi, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan, membangun semangat sportifitas, dan menanamkan nilai-nilai kejujuran, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaan,” ujarnya.
Masih menurut Kajari, Meskipun sudah banyak upaya dilakukan, kenyataan bahwa skor Indonesia pada Indeks Persepsi Korupsi stagnan menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, Kejaksaan Republik Indonesia berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam penegakan hukum, baik melalui penindakan, pencegahan, maupun pemulihan aset negara yang dirugikan akibat korupsi.
“Kami juga menyadari bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab Kejaksaan, tetapi harus melibatkan seluruh elemen bangsa. Integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum, khususnya Jaksa, sangat penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan keberhasilan upaya pemberantasan korupsi,” pungkasnya. (him)











