MALANG – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Hj. Sri Subianti melihat banyak sekali peralatan yang ada di Balai Latihan Kerja ( BLk) milik DisnakerTrans Provinsi Jawa Timur masih kondisi alakadarnya alias jadul, padahal di BLK tersebut adalah tempat para calon tenaga kerja untuk mengasah skil menimbah ilmu dalam rangkah persiapan mencari kerja.
“Saya berharap BLK bisa menjadi salah satu penyanggah ekonomi di Jawa Timur terlebih lagi masa pandemi saat ini yang mana banyak penganguran meningkat , ” ucap Sri Subianti saat kunjungan kerja Komisi E DPRD Jatim di BLK Industri Singosari Kabupaten Malang, Rabu ( 7/10).
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini menegaskan seharusnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengutamakan keberadaan BLK yang ada karena tempat ini bisa mencetak para calon tenaga kerja yang handal dan siap untuk kerja di lapangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi harus memberikan prioritas anggaran untuk BLK supaya peralatan -peralatan yang sudah tua atau kekinian ter upgrit kembali sehingga orang-orang yang akan mengasah skil di BLK guna mencari pekerjaan di perusahaan tidak mengecewakan.

” Kalau bisa APBD Jawa Timur di sisihkan untuk Disnaker guna disalurkan untuk anggaran perbaikan sarana dan peralatan yang ada di BLK seluruh Jawa Timur, ” terang Bianti.
Selanjutnya, masih kata Bianti , para calon pencari kerja yang menggali skil di BLK baik dari segi industri, pertanian, peternakan ataupun perhotelan bisa terjamin kelanjutan nasibnya , semestinya BLK tidak hanya mefasilitasi mencari skil saja namun harus bisa menjadi jembatan supaya orang yang serius belajar di BLK langsung bisa di salurkan atau di tempatkan di suatu perusahaan sesuai bidang masing masing.
” BLk harus menjalin conecting dengan perusahaan – perusahaan supaya para calon pencari kerja yang menggali skil atau kemampuan dijamin nasibnya dengan perusahaan yang sudah terconecting ,” harapnya.
” Intinya Kami ( Komisi E red) minta supaya keberadaan BLk menjadi prioritas dalam penambahan anggaran baik di APBD murni maupun PAPBD, ” Imbuh Sri Subianti.











