SURABAYA l bidik.news – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Mohammad Rosyidi prihatin melihat angka pernikahan dini di bawah umur di Jawa Timur meningkat. Ini menunjukan bawah provinsi Jawa Timur kurang memberikan edukasi tentang bahaya pernikahan di bawah umur.
” Saya prihatin melihat angka pernikahan dini di Jawa Timur meningkat.Ini menjadi tanggung jawab bersama dalam menekan angka pernikahan di bawah umur , ” terang Mohammad Rosyidi usai ikuti sidang Paripurna pada Senen ( 18/9/2023).
Legislator Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini melihat kurangnya sosialisasi yang di berikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam hal ini Dinas terkait .
Seharusnya anggaran yang ada di lakukan untuk menggelar di berbagai daerah tentang edukasi bahaya pernikahan di bawah umur .
” Komisi E DPRD Jatim melakukan hearing atau FGD dengan kementrian agama ,Dinas Sosial ,Pengadilan agama untuk mendengarkan laporan terkait peningkatan pernikahan dini di Jawa Timur , ” jelasnya.
Rosyidi melihat Dinas terkait kurang gencar menggelar sosialisasi di berbagai daerah. Jangan karena situasi ekonomi banyak warga Jawa timur melakukan pernikahan di bawah umur.
” Komisi E berharap stackholder yang terkait kerja sama menurunkan angka pernikahan dini di Jawa Timur , ” pungkasnya. ( Rofik )












