JAKARTA – Buntut dari aksi demo penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Rabu (24/6/2020) di depan gedung MPR-DPR oleh masa yang menamakan Aliansi Anti Komunis NKRI (ANAK NKRI), diwarnai insiden pembakaran bendera partai PDI-P.
Aksi yang dikomandoi Front Pembela Islam), PA (Persaudaraan Alumni) 212 dan GNPF (Gerakan Nasional Pembela Fatwa). Membuat hubungan antara partai berlambang banteng bermoncong putih dan Ormas FPI (Front Pembela Islam) “meradang”.
Pasalnya akibat pembakaran bendera partai tersebut, membuat Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri “Berang”. Sehingga menerbitkan “Super” (Surat Perintah) harian. Berselang kemudian FPI yang disampaikan melalui Munarman, juga menerbitkan “Super” dengan titel “Komando Siaga I”.
Inilah petikan “Super” yang ditanda tangani Megawati Soekarnoputri :
Merdeka !!!
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah Partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.
PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memerjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi di kuyo-kuyo, dipecah-belah, dan puncaknya penyerangan kantor Partai pada tanggal 27 Juli 1996.
Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum. PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi Partai untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya
tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa -Terus rapatkan barisan! -Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat – Karena rakyatlah cakrawati Partai – Sekali Merdeka Tetap Merdeka!.
-Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!
-Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya!!! .
FPI juga menurunkan Surat perintah, berikut Isi surat Komando Siaga I:
Pertama, instruksi untuk mengadakan apel siaga bagi seluruh rakyat untuk ganyang komunis.
Kedua, anggota aliansi diminta waspada dan siaga I untuk sewaktu-waktu menghadapi serangan kelompok Trisila.
Ketiga, seruan kumandangkan jihad apabila serangan dilakukan oleh kaum komunis Trisila.
Keempat, aliansi meminta anggotanya untuk menyosialisasikan terus mencari komunis hingga ke seluruh daerah.
Kelima, meminta anggota aliansi tidak pernah gentar dan ragu.











