PASURUAN I bidik.news – Sayuran yang satu ini menjadi primadona Kabupaten Pasuruan. Paprika mempunyai kualitas premium yang hanya tumbuh di dataran tinggi Kecamatan Tutur.
Sayuran ini sangat eksotis dan banyak mengandung vitamin C.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan intens mengembangkannya. Targetnya, lebih memaksimalkan produktivitas hasil panen yang sudah pasti akan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat sekitarnya.
Peluang bisnis komoditas hortikultura itu juga yang kemudian membuat Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto meminta kepada para petani di Kecamatan Tutur agar benar-benar mengoptimalkannya. Utamanya pada petani milenial program YESS (Youth Enterpreneurship and Employment Support Services) yang baru saja menerima Dana Hibah Kompetitif.
Dana tersebut juga untuk pengembangan masing-masing usaha pertanian yang dirintisnya. Seperti yang diutarakannya kepada petani milenial Paprika di Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur yang dijumpainya bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat, Lilik Widji Asri.
Pertemuan ini mengambil momentum saat Penyerahan Dana Hibah Kompetitif Program YESS dan Launching Koperasi Produsen Petani Milenial.
“Saya melihat potensi Paprika di Tutur ini luar biasa. Karena itu, titip pesan kepada para petani milenial supaya tetap memaksimalkan kualitas dan produktivitas hasil panennya. Jangan sampai setelah Paprika dijual, konsumennya tidak beli lagi di sini. Sehingga perputaran uangnya tetap di sini,” Pinta Pj. Bupati Andriyanto kepada petani milenial pembudidaya Paprika di Desa Tlogosari tersebut.
“Siklus panen Paprika di Kecamatan Tutur di kisaran 8-10 bulan. Biasanya setiap petani menghasilkan omzet Rp 20-25 Juta. Di Desa Tlogosari ada puluhan petani yang membudidayakannya. Selama ini, hasil panen Paprika kami didistribusikan ke Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Sedikitnya ada 30 gerai restoran di Surabaya yang rutin memasoknya,” ujar salah satu petani milenial pembudidaya Paprika di Desa Tlogosari.
Perlu diketahui, lebih dari 300.000 tanaman Paprika tumbuh dan berkembang di beberapa Desa di Kecamatan Tutur yang secara geografis dengan ketinggian 900 mdpl di lereng gunung Bromo. Sehingga banyak diantara warga setempat yang membudidayakannya di area green house sejak puluhan tahun lalu. Paling banyak ditanam di Desa Tlogosari.
Kedepan, sayuran eksotis ini harus lebih berdaya ekonomis yang lebih tinggi. Pasalnya Paprika ini tumbuhnya spesial membutuhkan tempat dan lokasi yang cocok kalau tidak jangan diharap untuk hidup.
“Jadi sayuran Paprika ini sangat spesial. Untuk itu Dinas Pertanian akan mengawal dan selalu terbuka untuk kemajuan petani Paprika tersebut,” ujar Lilik sapaan akrabnya. (rusdi)











