PASURUAN I bidik.news – Memasuki awal Agustus ini, produksi padi di Kabupaten Pasuruan dalam enam bulan pertama 2025, tercatat melimpah.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pasuruan, total produksi dari Januari hingga Juni dan memasuki Agustus 2025 mencapai 396.218 ton.
Plt Kepala DPKP Kabupaten Pasuruan Hari Hijroh Saputro mengungkapkan, pada triwulan pertama (Januari–Maret) produksi mencapai 217.910 ton.
Sementara pada triwulan kedua (April–Juni) tercatat 178.308 ton.
“Jika melihat angka ini, ketersediaan pangan strategis kita cukup aman,” ujarnya, Rabu siang (13/8/2025).
Secara keseluruhan, luas panen padi di Kabupaten Pasuruan mencapai 136.599 hektare.
Dengan produktivitas tersebut, total produksi padi diproyeksikan tembus 834.489 ton untuk satu tahun penuh.
Menurut Hari, capaian ini tak lepas dari beberapa faktor pendukung.
Antara lain kondisi iklim yang relatif bersahabat di awal tahun, perbaikan jaringan irigasi, serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian di lapangan.
“Sinergi petani, pemerintah, dan penyuluh membuat hasil panen tetap optimal meski ada tantangan seperti serangan hama dan fluktuasi cuaca,” imbuhnya.
Hari memastikan, Pemkab Pasuruan akan terus menjaga tren positif ini.
Salah satunya dengan program intensifikasi lahan, penggunaan benih unggul, dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.
“Tujuan kita bukan hanya swasembada, tapi juga menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani,” tandasnya.
Perlu diketahui, Kabupaten Pasuruan merupakan daerah penghasil pangan secara nasional. Dan, merupakan daerah lumbung padi di Jawa Timur. (rusdi)











