BIDIK NEWS | JEMBER Keberadaan PT Imasco Asiatic yang membangun pabrik semen di Jember mengundang isu tidak sedap . Pasalnya beredar khabar ratusan TKA ( Tenaga Kerja Asing ) dari China bekerja diperusahaan tersebut sebagai kontraktor .
Hasil keterangan terkait keberadaan khabar tersebut. Kepala Dinas Ketenagqkerjaan dan Transmigrasi Jember, Bambang Edi Santoso MM menjelaskan , bahwa terkait berdirinya pabrik semen yang ada di Kecamatan Puger itu merupakan proyek nasional yang di tempatkan di Jawa Timur , dimana Kabupaten Jember menjadi pilihannya .
Mengenai perijinan sudah di siapkan oleh pusat dan untuk daerah langsung ditangani oleh Bupati Jember dr.Hj Faida MMR.
Masih kata Bambang,berkaitan dengan pembangunannya,saat ini pabrik tersebut masih dalam tahap membangun , lebih jauh berbicara soal keberadaan PT.Imasco Asiatic kita tekankan untuk menggunakan tenaga kerja lokal sesuai dengan peraturan yang ada.
Saat ditanya menanggapi adanya tenaga kerja asing (TKA) di pabrik tersebut yang jumlahnya mencapai ratusan orang ,” Sepengetahuan saya memang ada tenaga kerja asing dari Tiongkok , Namun jumlahnya hanya belasan (kira-kira 12 Orang) ,” ujar Bambang.
Namun H.Lukman anggota Dewan Komisi C dari Fraksi Garindra saat ditemui BIDIK NEWS , Jumat ( 25/1/2019) , mengatakan ,” Memang benar saya lihat begitu banyak TKA di pabrik tersebut , bahkan kalau saya bisa perkirakan ada sekitar 50 orang , di antara 50 orang itu ada yang ngontrak di Desa Duku Dempok Kecamatan wuluhan ,” ujarnya .
Bahkan H.Lukman berjanji akan membantu mengecek di lokasi ,” Saya sangat mendukung persoalan TKA ini di ungkap ,” ujarnya .
Sedangkan sumber BIDIK NEWS dilapangan membenarkan adanya ratusan TKA China bekerja diperusahaan tersebut ,” Memang banyak TKA dari China bekerja disini , ” ujar sumber BIDIK NEWS. Namun saat tanya jumlahnya , ” Wah kalau jumlahnya saya tidak punya data , tapi kalau seratus orang ada , itu belum termasuk pekerja kontraktornya , ” tandasnya sambil menunjukan para pekerja asing yang menggunakan rompi kuning. Seperti diketahui pendirian pabrik ini sejak awal banyak menuai beberapa persoalan dan banyak diprotes para aktifis di Kabupaten . ( Monas)











