Seiring Pandemi yang tidak segera berakhir, dan perputaran keuangan semakin seret, maka mata gelap bisa saja terjadi, dan profesi penipu semakin meningkatkan aksinya dengan beragam cara dalam mengerjai mangsanya.
Siang itu, saat jam kerja HP dari Jakfar berbunyi ada telepon masuk dari salah satu nomer GSM, dengan berbasa basi gaya Suroboyoan, dengan bahasa khas Suroboyo.
Si penelepon yang tidak menyebut nama, dan selalu bilang ,” mosok lali karo suworoku ( masak lupa dengan suaraku ) ” dan ketika ditebak salah satu nama sebut saja Sulaeman, dia tidak membenarkan juga tidak menyalahkan.
Dan cerita seputar Sulaiman yang membeli BBM di salah satu SPBU, dan seusai membeli tersebut, sempat buang air di toilet dan mendapati tas pinggang warna hitam, merk terkenal, isi uang Rp 15.800.000.- kalung emas 15 gram, resep dokter, dan foto, tanpa ada identitas.
Saat keluar dari toilet, kedapatan pegawai SPBU dan ditegur soal menemukan sesuatu di lingkup SPBU mesti diserahkan petugas SPBU.
” Ini saya dengar bisik bisik mereka para petugas SPBU yang akan membagi duit temuan tersebut, mending sampeyan seolah sebagai pemilik tas tersebut, dan mohon di catatat, soal tas pinggang, warna tas, isi uang , kalung emas, resep dokter, dan foto, nanti uang kita bagi berdua,” jelas si penelepon ( penipu ).
HP diserahkan pada seolah olah pegawai SPBU dan tanya jawab soal warna tas dan isi tas, setelah dianggap sesuai, HP dikembalikan kepada si penipu dan intinya meminta kiriman Rp 800.000 – lewat transfer sebagai ucapan terima kasih, dan nanti duit dibagi berdua.
Jakfar yang sudah penasaran dengan penipu yang diakui sebagai teman, dan meminta VC, namun pihak penipu tidak mau melayani dengan berbagai alasan.
Jakfar yang merasa tidak punya barang tertinggal dan tidak segera mentransfer sejumlah uang yang di minta oleh penipu, merasa tenang dan tidak menggubris ulah si penipu hingga beberapa jam.
Si penipu menelpon berkali kali dan menyuruh kirim uang lewat transfer sebagai uang terimakasih karena menemukan uang dan kalung emas. Bahkan menelepon terus hingga dia pulang ke rumah serta hingga tengah malam. ( ali/ bersambung )











