SURABAYA l bidik.news – Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang dinilai tidak hanya menjadi momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat setempat.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Timur, Sumardi, mengatakan kedatangan peserta Muktamar NU selama sekitar satu pekan diperkirakan akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari perhotelan hingga usaha warga.
“Putaran ekonomi di sana pasti sangat luar biasa. Okupansi hotel, bahkan juga nanti dampaknya kepada masyarakat,” kata Sumardi pada Senen ( 10/8/2026 ).
Menurut Sumardi yang maju dari Dapil Jombang dan Mojokerto ini menyampaikan masyarakat Jombang juga telah menunjukkan antusiasme menyambut pelaksanaan Muktamar. Bahkan, sebagian warga mulai mempersiapkan rumah mereka untuk menampung peserta yang datang apabila kebutuhan akomodasi meningkat.
“Contohnya, mereka juga siap menampung dan menyiapkan rumah-rumah mereka bagi peserta Muktamar yang akan hadir selama kurang lebih satu minggu,” ujarnya.
Sebagai wakil masyarakat Jombang, Sumardi mengaku bangga daerahnya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan agenda besar NU tersebut.
Ia menyebut Jombang memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan NU. Karena itu, pelaksanaan Muktamar di Jombang dinilai seperti momentum “kembali ke asal” bagi organisasi yang memiliki akar sejarah kuat di daerah tersebut.
“Mereka sangat bangga dan menyambut dengan antusias Muktamar itu. Apalagi mereka berpikir bahwa kembali ke Jombang, atau kembali ke asal, bagaimana pergerakan organisasi terbesar itu, salah satu pendiri dan inisiatornya juga dari Jombang,” jelasnya.
Selain memberikan dampak ekonomi, Sumardi berharap Muktamar NU dapat menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi masyarakat.
Ia berharap seluruh tahapan Muktamar berlangsung secara demokratis dan dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.
“Kita berharap paling tidak perhelatan itu juga akan memberikan sebuah edukasi yang cukup demokratis, yang nanti akan menjadi sebuah pembelajaran dari masyarakat kita,” katanya.
Anggota Komisi A DPRD Jatim Dapil Mojokerto-Jombang itu menilai proses Muktamar akan menjadi perhatian publik, terutama di tengah kondisi demokrasi nasional yang terus mendapat sorotan.
Karena itu, ia berharap Muktamar NU tidak sekadar menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga menunjukkan praktik demokrasi yang sehat, terbuka, dan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.
“Bagaimana Muktamar itu nantinya juga bisa menjadi salah satu inspirasi bagi perkembangan zaman, bagi perkembangan demokrasi kita,” tegasnya.
Di sisi lain, Sumardi meminta aparat keamanan bersama pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan sinergi untuk memastikan pelaksanaan Muktamar berlangsung aman dan tertib.
Menurutnya, pengamanan tidak boleh hanya mengandalkan aparat. Keterlibatan masyarakat lokal juga diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama ribuan peserta dan tamu berada di Jombang.
“Kita berharap aparat juga melakukan persiapan, masyarakat juga melakukan sinergitas yang cukup intensif dengan warga lokal, dengan semua pihak yang ada di situ,” ujarnya.
Sumardi secara khusus mengingatkan potensi gangguan keamanan dan kriminalitas. Ia meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan agar momentum besar tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Supaya nanti pelaksanaan ini bisa berjalan dengan baik dan juga bisa diminimalkan hal-hal yang sifatnya negatif. Mungkin masalah-masalah kriminal terutama,” pungkasnya.( Rofik )











