SURABAYA | bidik.news – Hingga akhir 2025, Balai Karantina Jawa Timur telah menuntaskan 2 perkara hingga tahap P21, yakni kasus pemasukan anjing dari NTT serta pemasukan burung dari Banjarmasin/Makassar.
Sementara satu perkara lain terkait pengeluaran kalajengking terpaksa dihentikan melalui penerbitan SP3, karena tersangkanya meninggal dunia,
Terkait modus pelaku penyelundupan, pola yang digunakan semakin beragam dan kian sulit diprediksi.
Hal itu diungkapkan Kepala Balai Karantina Jatim, Hari Yuwono Ady, M.Si,
saat memaparkan capaian serta evaluasi pengawasan terhadap lalu lintas hewan, tumbuhan, dan media pembawa sepanjang tahun 2025 dalam acara bertajuk “Karantina, Pemda dan Media Bersinergi” yang digelar di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (10/12/2025).
“Modusnya macam-macam, ada yang mengemas media pembawa secara rapat agar tidak terlihat, ada juga yang memanfaatkan jalur pemasukan dan pengeluaran yang tidak ditetapkan,” ujarnya.
Hari menegaskan, dinamika modus operandi tersebut menuntut kewaspadaan tinggi dari pejabat karantina di lapangan.
Sementara itu, memasuki tahun 2026, Karantina Jatim telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pengawasan. Ada 3 fokus utama yang akan dijalankan, yakni:
1. Meningkatkan kewaspadaan petugas karantina, khususnya di titik-titik rawan pemasukan dan pengeluaran.
2. Meningkatkan kompetensi dan keterampilan petugas, terutama dalam teknik pengawasan dan penindakan.
3. Memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, baik di pelabuhan, bandara, maupun lembaga penegak hukum lainnya.
“Kami tidak bisa bekerja sendirian. Koordinasi dengan instansi lain dan masyarakat sekitar pintu pemasukan-pengeluaran sangat penting untuk menekan praktik ilegal,” tegasnya.
Selain menjaga keamanan hayati, Balai Karantina Jatim juga menegaskan perannya sebagai fasilitator perdagangan, khususnya dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas unggulan Jatim. Dengan pengawasan yang ketat dan pelayanan profesional, pihaknya berharap produk lokal semakin diterima di pasar internasional.
“Harapannya, masyarakat Jatim dapat menikmati hasilnya. Insyaallah kita terus memperkuat karantina agar ekspor kita makin maju dan membanggakan,” pungkas Hari.











