BANYUWANGI | bidik.news – Dalam upaya peningkatan status kesehatan hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi terus berkomitmen dalam melayani masyarakat peternak.
Salah satu program yang dilakukan yaitu kegiatan pelayanan kesehatan hewan terpadu (yandu).
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nanang Sugianto mengatakan, yandu ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan hewan dan pencegahan penularan penyakit di Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan yang dilakukan mulai dari pendataan hewan/ternak, pemeriksaan kesehatan, pemberian vitamin dan terapi, pemeriksaan kebuntingan, pelayanan lnseminasi muatan, dan penyuluhan/advis kesehatan hewan.
“Pemberian multivitamin untuk meningkatkan status kesehatan ternak dan obat cacing untuk pencegahan dan pengobatan,” ujar drh. Nanang.
Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2023. “Saat ini, kegiatan pelayanan kesehatan hewan terpadu telah dilaksanakan di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Songgon, Blimbingsari, Banyuwangi, Kabat, Singojuruh dan Rogojampi,” ungkapnya.

“Sasarannya hewan ternak sapi, kerbau, domba dan kambing yang dipelihara oleh masyarakat,” imbuh dia.
Menurut drh. Nanang, kegiatan tersebut melibatkan petugas medik veteriner, paramedik veteriner, petugas Inseminasi Buatan (IB) dan penyuluh pertanian sub sektor peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi.
Sampai dengan saat ini, dari target pelayanan kesehatan hewan terpadu telah mencapai 1.054 ekor dari 6 Kecamatan yang telah dilaksanakan, terdiri dari 785 ekor sapi, 265 ekor kambing/domba dan 4 ekor kerbau.
Tak lupa, drh. Nanang berpesan kepada para peternak dihimbau untuk mengikat atau mengandangkan hewannya agar memudahkan pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan hewan terpadu. (nng)











