BANYUWANGI | BIDIK.NEWS – Menjelang hari raya Idul Adha 1444 H, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi menerjunkan petugas pemeriksaan hewan qurban.
Ada sebanyak 50 orang petugas medik dan peramedik veteriner, dibantu steakholder dari Perhimpinan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) sebanyak 126 orang dan mahasiswa FKH universitas Airlangga Banyuwangi.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena saat ini Banyuwangi masih dalam status wabah Penyakit Mulut dan Kuku, sehingga kewaspadaan terhadap penyebaran kejadian penyakit ini masih harus diperhatikan.
Saat ini, juga merebak kasus penyakit cacar pada sapi atau Lumpy Skin Diseases (LSD), sehingga juga memerlukan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit ini. Meski saat ini Banyuwangi masih belum ada laporan kejadian penyakit ini.
“Pemeriksaan hewan ternak ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu pemeriksaaan Antemortem (sebelum dipotong) dan Post Mortem (sesudah dipotong),” tutur drh. Nanang, Rabu (31/5/2023).
Untuk pemeriksaan Antemortem, meliputi pemeriksaan fisik hewan, apakah sehat dan layak dipotong dan memenuhi syariat islam untuk qurban.
Sedangkan pemeriksaan Post Mortem, meliputi pemeriksaan daging dan jeroan, apakah sudah layak untuk diedarkan ke masyarakat dalam status Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH).
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan ternaknya kepada petugas, agar diperiksa kesehatannya sebelum dan sesudah dipotong,” tegasnya.
Selain itu, drh. Nanang juga menghimbau kepada tempat-tempat pengepul ternak (pedagang, penjual hewan musiman), agar
melapor ke aparatur wilayah setempat dan Dinas Pertanian dan Pangan guna pemeriksaaan ternaknya untuk diberikan Sertifikat VETERINER (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). (nng)











