SURABAYA | bidik.news – Disaksikan sekitar 6000 lebih tamu undangan dan Jemaat Gereja, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan Gereja Mawar Sharon (GMS) Rooftop Surabaya Barat, Minggu, (30/7/2023).
Kedatangan Menteri Yaqut bersama istri dan rombongan disambut langsung oleh Gembala Senior Gereja Mawar Sharon (GMS) Surabaya Barat Ps. Philip Mantofa dan istri.
Yaqut dalam sambutannya mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen menjamin kesetaraan hak beribadah dengan tenang dan nyaman bagi setiap warga.
“Keberbedaan yang kita miliki merupakan ciri dari tata negara Indonesia. Indonesia Ini berdiri karena kemajemukan, karena kebhinekaan, ada berbagai suku bangsa, ras, bahasa, agama, semua adalah sebuah takdir yang tidak bisa kita hilangkan dari sebuah bangsa”, ujarnya.
Selain itu, Menteri Agama juga menegaskan, NKRI harus dirawat dengan menghadirkan kesetaraan termasuk untuk beribadah.

“Pendiri bangsa ini bukan hanya satu agama saja, bukan hanya umat muslim, umat Kristen, umat Katolik, umat Hindu, umat Budha bahkan umat Khonghucu yang dulu ikut berjuang memerdekakan bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Karena itu, negeri ini adalah hak kita semua, hak seluruh umat beragama, tidak boleh satu agama menghalangi umat lain untuk beribadah”, tegasnya.
Kemenag memiliki peran penting dalam mengelola urusan agama di Indonesia, memastikan kelangsungan kebebasan beragama, serta memelihara kerukunan umat beragama.
“Salah satu program strategis Kemenag adalah Penguatan Moderasi Beragama, program ini mencermainkan pentingnya menjaga keberagamaan, menghindari fanatisme sempit, radikalisme, ekstremisme dalam beragama,” paparnya.
Yaqut Cholil mengatakan, pembukaan GMS adalah salah satu wujud nyata upaya Penguatan Moderasi Beragama, memberi tempat bagi umat kristiani untuk beribadah secara bebas dan merdeka.
“Kementerian Agama memastikan bahwa semua warga negara memiliki akses yang adil dan setara terhadap tempat ibadah mereka,” tambahnya.
“Dengan memfasilitasi tempat ibadah bagi umat Kristen. Kemenag ingin memperkuat pesan bahwa toleransi, kerukunan dan kebersamaan adalah prinsip yang penting dalam menjaga keutuhan dan keamanan negara,” pungkasnya.











