GRESIK – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menghadiri Groundbreaking PT Smelting.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan PT. Smelting kembali meningkatkan kapasitas produksi smelter tembaga 30 persen-dari kapasitas sebelumnya.
“Kapasitas produksinya akan meningkat dari 300 ribu ton menjadi 342 ribu ton katoda tembaga per tahun,” tuturnya.
Groundbreaking pembangunan ekspansi pabrik berlangsung di Gresik, Sabtu (19/2) . Peletakan batu pertama smelter tembaga pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Sekda Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi menambahkan perkembangan perekonomian saat ini diatas 5% dan selalu berada di rata rata Nasional namun dengan adanya Covid 19, perekonomian menurun mencapai -2.33 %. Dengan adanya kerjasama dari semua pihak, perekonomian mulai meningkat mencapai 3,69%.
“Kontribusi perekonomian jatim bagi nasional mencapai 14.8 %. Pertumbuhan positif tersebit terkait kenaikan permintaan logam di Provinsi Jawa Timur. Dalam mendukung kebijakan Pemerintah pusat dalam industri logam, sebagai salah satu unggulan program pemerintah,” terang Wahid.
Presiden Direktur PT Smelting Hideya Sato mengucapkan terima kasih dan tersanjung dengan kehadiran Menteri Kordinator Bidang Perekonomian RI serta seluruh undangan.
“Suatu kehormatan bagi saya, kepada seluruh undangan terkait kehadiran pada kegiatan peletakan batu pertama. Sejak berdiri tahun 1996 dan selesai pada tahun 1999, PT. Smelting berhasil melanjutkan konsistensinya selama 23 tahun. Keberhasilan PT. Smelting juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Gresik, Pemerintah Jatim dan Pemerintah Pusat,” kata Hideya Sato. ( ali)









