SURABAYA | BIDIK.NEWS – Pemkot Surabaya punya langkah jitu dalam mencegah terjadinya inflasi, dan kenaikan harga bahan pokok (bapok) menjelang ramadan. Diantaranya menggerakkan pasar induk dan pendataan bapok dengan neraca komoditi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemkot melalui Bagian Perekonomian dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, akan melakukan pendataan bapok untuk dimasukkan ke dalam neraca komoditi. Denganneraca komoditi, ke depannya akan diketahui, bapok apa saja yang mengalami kenaikan harga.
“Jadi, sebenarnya kita sudah melakukan pendataan neraca komoditi bapok yang dibuat PD Pasar Surya dan Bagian Perekonomian. Dengan neraca komoditi itu, akan tahu mana yang akan naik dalam waktu 1 atau 2 hari, maka harus ada intervensi dari pemerintah,” kata Eri Cahyadi, Sabtu (25/2/2023).
Dengan neraca komoditi itu, pemkot akan menyiapkan bahan apa saja yang perlu disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan harga. Misal, pemkot akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota lain di Jatim untuk menyiapkan bapok dalam jangka waktu 1 bulan atau setahun.
“Contohnya cabai, dalam 1 tahun butuh 1000 ton, maka saya bilang ke kabupaten/kota penghasil cabai, untuk menyiapkan cabai 1000 ton dalam 1 tahun. Atau sebulannya butuh 1-100 ton gitu, maka kabupaten/kota itu akan menyiapkan 1-100 ton tadi,” jelas Eri.
Dengan cara itu, lanjut Eri, secara otomatis kabupaten/kota yang bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, akan menyiapkan bapok selama sebulan atau setahun pertama. Sehingga ketika di bulan Mei misalnya ada kenaikan harga, itu tidak berpengaruh ke harga.
“Maka dari itu, saya minta untuk menyiapkan neraca komoditi. Langkah itu yang akan kita lakukan dan sudah kita hitung jangka panjang,” ujarnya.
Kemudian jangka pendek mengantisipasi kenaikan harga bapok menjelang ramadan. Yang kedua, memperkuat Pasar Induk. Dengan pasar induk, maka inflasi dapat dicegah. Karena seluruh pedagang di Surabaya diminta untuk kulak bahan kebutuhan pokok di pasar induk.
Eri menegaskan, harga bapok harus lebih murah dan berkualitas. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang disahkan DPRD, pasar rakyat, pasar kecil dan sebagainya harus berjalan beriringan dengan pasar pasar induk yang ada di Kota Surabaya.
“Karena di dalam pasar induk ini kualitasnya juga harus baik, yang kedua harganya harus lebih murah atau sama dengan harga di tempat kulak. Secara otomatis inflasi bisa dikendalikan,” tegasnya.
Lantas bagaimana ketika bapok di pasar induk mengalami kenaikan harga?, Eri menambahkan, yang harus diintervensi adalah pasar induknya. Misal, kenaikan harga disebabkan bahan bakar minyak (BBM), maka pemerintah akan memberikan intervensi biaya transportasinya.
“Kalau tidak ada ini (pasar induk) ya bubrah (selesai), insya allah Maret ini sudah harus berjalan, pasar pilihan, pasar tradisional dan pasar masyarakat kulaknya di pasar induk,” pungkasnya.











