BIDIK NEWS | MALANG – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan satu lagi Galeri Investasi Syariah di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), Malang, Jumat (27/4). Galeri Investasi Syariah yang ke-56 di Indonesia ini juga merupakan Galeri Investasi ke-50 yang diresmikan BEI di sepanjang 2018 ini.
Hadir saat peresmian, Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, Direktur MNC Sekuritas Fifi Virgantria, Rektor UNIRA, Hasan Abadi, serta Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Widodo.
Nicky Hogan, Direktur PT BEI menjelaskan, Galeri Investasi Syariah di UNIRA ini diharapkan menjadi sarana bagi para akademisi untuk dapat mempraktikkan secara langsung berinvestasi di Pasar Modal. Galeri Investasi Syariah ini juga berfungsi sebagai sarana penyebar informasi ‘Yuk Nabung Saham’ dan pasar modal di Indonesia.
“Para akademisi dan masyarakat sekitar kampus diharapkan dapat menggunakan sebaik mungkin Galeri Investasi ke-11 di Kota Malang ini. Saat ini BEI total memiliki 53 Galeri Investasi yang ada di Jatim sebagai sarana untuk mengenal dan berinvestasi di pasar modal,” katanya.
Pendirian Galeri Investasi Syariah BEI di UNIRA merupakan kerja sama antara BEI dengan MNC Sekuritas. Para akademisi dan masyarakat sekitar kampus yang ingin membuka rekening efek baru di Galeri Investasi Syariah ini akan dibantu MNC Sekuritas yang akan memfasilitasi penyiapan sistem transaksi perdagangan saham online.
Dengan peresmian ini, saat ini BEI telah memiliki 372 Galeri Investasi di seluruh Indonesia. Pada 2018 BEI telah meresmikan 41 Galeri Investasi di kampus dari total 362 Galeri Investasi BEI kampus di Indonesia.
Tidak hanya di kampus, BEI juga telah mendirikan Galeri Investasi di luar kampus. Saat ini BEI telah memiliki 6 Galeri Investasi BEI Non Kampus, 2 Galeri Investasi BEI di pasar tradisional, 1 Galeri Investasi di Rumah Sakit, dan 1 Galeri Investasi di Emiten.
“Tujuan pendirian Galeri Investasi di luar kampus adalah untuk memperluas jangkauan dalam rangka edukasi kepada publik. Sehingga pembukaan Galeri Investasi BEI tidak hanya di perguruan tinggi namun juga di komunitas, institusi dan lembaga lainnya,” ucap Nicky Hogan.
Per 29 Maret 2018, jumlah investor di Jatim sebesar 101.380 sub rekening efek (SRE) dan 81.527 single investor identification (SID). Sedangkan jumlah investor di kota Malang sebesar 11.226 SRE dan 8.996 SID. (hari)











