BIDIK News | JEMBER – Kunjungan Cawapres No Urut 2 (Dua) Sandiaga S.Uno di Kabupaten Jember, Senin (26/07/3018 ) mendapat sambutan yang luar biasa dari kalangan para penggiat UMKM, warga Nelayan dan warga Santri yang dengan sukacita menyambutnya dengan gembira.
Kehadiran Bang Sandi di TPI Puger Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember banyak mencuri perhatian masyarakat nelayan dan warga yang kebetulan berada di lokasi.
Tak ingin melepaskan kesempatan emas bertemu dengan Calon Wakil Presiden No urut 2 , para emak emak langsung meyerbu Bang Sandi untuk berjabat tangan dan mengabadikan foto bersama Cawapres Ganteng pujaanya.
Tak hanya Emak Emak saja yang berebut untuk berjabatan tangan , para bapak Bapak pun tak mau melepaskan kesempatan berjabatan tangan dan foto bersama.
Dalam kunjungan tersebut yang dikawal ketat oleh aparat keamanan, juga terlihat beberapa anggota Banwaslu yang mengikuti kemana saja Bang Sandi melangkah.
Usai berdiskusi dan mendengar setiap keluhan masyarakat terkait beberapa persoalan nelayan Puger yang tak kunjung ada
solusinya.
Antaranya soal cara pembelian BBM Jenis Solar yang harus pakai gembreng dan ini sangat merugikan sekali kepada para nelayan.
Keberadaan TPI yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya menambah lagi keterpurukan kehidupan para nelayan
Ke tidak stabilan harga ikan menjadi salah satu PR yang tak kunjung ada penyelesaian,saat musim ikan harga tidak menentu ,tentu keadan seperti ini sangat merugikan para nelayan.
Keberadaan Cold Storage bantuan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan yang belum berfungsi ini menjadi tanda tanya ,Kapan bisa berfungsi sehingga saat musim ikan kita bisa menyimpan hasil tangkab yang tentu akan menjadi nilai tambah.
Soal perumahan nelayan yang disinyalir banyak dimiliki oleh pihak luar warga nelayan berharap ini harus ada pembenahan.
“Ya begitu banyak Aspirasi yang disampaikan oleh warga baik persoalan BBM hingga urusan piring terbang mereka sampaikan ke saya ,” ujarnya .
Persoalan piring terbang ini menjadi sesuatu yang unik , dimana warga nelayan saat datangnya musim paceklik barang perabotan rumah hingga piring harus di jual atau di gadai hanya semata mata mencukupi kebutuhan harian.
Hal ini harus ada penyelesaian secara menyeluruh dan perlu ada kesungguhan dari semua pihak,”Mohon bersabar,Ingsa’Allah April 2019 kita akan lakukan perubahan mendasar agar pemerintah berlaku adil,” tegas Sandi. (Monas)











