JAKARTA | BIDIK.NEWS – Krista Exhibitions kembali menggelar Pameran Teknologi Pengolahan dan Pengemasan Percetakan dan Kertas Terbesar di Indonesia. Pameran inovasi teknologi skala internasional ini untuk menggairahkan pelaku industri setelah vakum hampir 3 tahun akibat pandemi Covid-19.
CEO Krista Exhibitions Daud Salim mengatakan, pameran akbar yang akan digelar ini sejalan dengan teknologi industri pengemasan yang saat ini mengalami perkembangan.
“Diperlukan informasi terkait teknologi terbaru, industri pengemasan yang tepat guna dalam memproduksi kemasan karton, plastik, kaleng, botol yang berkualitas dan kuantitas tinggi effisien energy untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis,” katanya, Kamis (6/10/2022).
Ke-3 pameran mengangkat tema Allpack Indonesia 2022. Pameran Internasional dalam bidang teknologi pengolahan dan pengemasan Makanan dan Minuman, Biskuit, Konfeksioneri, Farmasi/Obat-obatan, Jamu, Kosmetika, Personal Care, Kecantikan, Pertanian, Oli/ Cairan/ Kimia, Elektronika, Pendingin, dan industri terkait lainnya.
Sedangkan untuk industri percetakan dengan tema All Print Indonesia 2022 yaitu Pameran Internasional Solusi untuk Teknologi Pencetakan, Peralatan, Suplai, dan Suplai Mesin, dan pada industri kertas dan tissue dengan tema World Of Paper Tissue 2022 yaitu Pameran Internasional di bidang kertas, tisu, mesin dan peralatan.
“Ketiga pameran ini akan digelar secara bersamaan pada 12-15 Oktober 2022 di Jakarta International Expo, Kemayoran,” terang Daud.
Allpack Indonesia, All Print Indonesia dan World Of Paper Tissue 2022 akan diikuti lebih dari 765 perusahaan dari berbagai negara seperti Austria, China, Perancis, Jerman, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, USA, Portugal dan Vietnam. Krista Exhibition menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri.
Daud Salim memaparkan, berbagai kegiatan menarik bakal digelar selama pameran berlangsung. Ada Talk Show Packaging Design Trends & Innovations yang digelar atas kekerjasama dengan Indonesian Packaging Federation (IPF).
Seminar on Trends & Innovation Packaging towards Sustainability, seminar dari asosiasi pendukung industry printing, yaitu seminar dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) bertema “Kesiapan Industri Grafika Dalam Menyukseskan Pemilu 2024”, dan seminar dari Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) industry Kertas dan Tissue bertema “ ESG Strategy & Decarbonization of Pulp and Paper Industrie Towards Sustainability.
Daud Salim berharap, melalui pameran Allpack Indonesia, All Print Indonesia dan World Of Paper Tissue 2022, para pelaku usaha dibidang terkait dapat melihat secara dekat dan mendapatkan informasi yang lengkap, dan mempunyai kesempatan mendapatkan edukasi tentang teknologi dan inovasi baru untuk teknologi di bidang pengemasan dan pengolahan.
“Pameran ini mengundang para pelaku bisnis yang sudah menggeluti usaha pengemasan, percetakan, pharmasi, kertas dan tissue dan para pelaku yang berminat masuk untuk memulai industri tersebut mulai pukul 10.00 WIB – pukul 19.00 WIB,” tegasnya.
Perlu dicatat, bagi para pengunjung dapat melakukan registrasi secara langsung di lokasi pameran dengan membawa 2 buah kartu nama. Undangan yang telah dikirimkan oleh pihak Krista Exhibitions atau dengan registrasi online.
“Pameran yang menekankan aspek B2B ini mengharapkan para pengunjung berpakaian bebas rapi, formal. Dan bagi pengunjung yang menggunakan sandal jepit dan celana pendek, serta anak-anak dibawah usia 17 tahun dilarang masuk ke area pameran,” pungkasnya.
Beberapa tahun terakhir, Industri pengemasan terus mengalami perkembangan setiap tahunnya. Bahkan disaat pandemi Industri pengemasan tidak mengalami penurunan yang signifikan. Sehingga dapat diramalkan bahwa industri ini akan terus mengalami perkembangan.
Pada 2022, Assosiasi Federasi Pengemasan Indonesia (IPF) mencatat pertumbuhan kemasan karton mendominasi pertumbuhan 28% dengan totasl nilai Rp 102 triliun – Rp 105 triliun.
Untuk industri kemasan plastik kontribusi mencapai 18%. hal ini disebabkan trend online delivery masih tinggi yang terus mendorong permintaan lokal akan kemasan platik yang terus meningkat. Pertumbuhan Industri kemasan secara keseluruhan di tahun ini diperkirakan sekitar 4-5%
Perkembangan industri pengemasan sangat bergantung dari tumbuh kembangnya industri pengguna pengemas terutama industri makanan, minuman serta farmasi.











