BANYUWANGI | bidik.news – Kasus perampokan di Banyuwangi yang dilakukan tujuh pelaku dengan modus menyamar sebagai anggota Bareskrim Polri menuai titik terang.
Aksi kejahatan yang terjadi di Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore tersebut, berhasil diungkap Satreskrim Poresta Banyuwangi dalam Operasi Pekat Semeru 2025.
“Tersangka utama, Hairul Anwar, warga Bekasi, ditangkap bersama sejumlah barang bukti,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, Rabu (21/5/2025).
Menurutnya, tersangka Hairul Anwar dalam aksinya mengenakan seragam lengkap berpangkat Komisaris Polisi (Kompol). Dia yang memimpin aksi perampokan di rumah korban RA, warga Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, pada 11 April 2025.
“Bersama komplotannya, pelaku mendatangi rumah korban dan mengaku dari Bareskrim Mabes Polri sambil membawa borgol dan pistol mainan. Korban disekap, diborgol, diintimidasi, lalu hartanya dikuras habis,” jelasnya.

Korban kehilangan empat buah laptop, sembilan ponsel, satu unit sepeda motor dan mobil, serta uang Rp16 juta yang ditransfer langsung ke rekening para pelaku.
Kejadiannya berlangsung cepat, korban di bawah tekanan dan ancaman dari para pelaku yang tampil layaknya aparat sungguhan.
Ironisnya, motif kejahatan ini berawal dari dendam pribadi. Tersangka utama mengenal korban melalui Facebook dan merasa dirugikan dalam urusan investasi kripto.
Karena gagal mendapat untung, Hairul justru merancang skenario melakukan penyamaran sebagai polisi untuk merampas harta korban.
“Pagi ini, kami berhasil menangkap rekan komplotannya yakni Habibie di Subang yang berperan sebagai tim IT komplotan tersebut,” ungkap Kapolresta.
Seragam dan atribut Polri yang digunakan para pelaku dibeli dari sebuah toko di Bekasi.
“Para pelaku merekayasa seolah-olah mereka satu tim gabungan dari kepolisian. Modus ini mereka gunakan agar korban tidak curiga dan tunduk,” bebernya.
Kombes Pol Rama menyebut, kasus ini salah satu kasus yang paling menonjol dalam Operasi Pekat Semeru yang digelar selama dua pekan, 1-14 Mei 2025.
Saat ini, pihak kepolisian masih memburu anggota komplotan lainnya dan mendalami kemungkinan adanya korban lain di luar Banyuwangi.
“Kami terus kejar pelaku lain. Ini bukan kejahatan biasa, tapi terorganisir dan sangat meresahkan,” tegas Kapolresta.
Perlu diketahui, Dalam operasi Pekat Semeru 2025, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 25 kasus dengan 37 tersangka, didominasi kejahatan premanisme dan pencurian dengan kekerasan.(nng)











