BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi menilai, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kurang maksimal dalam mempersiapkan fasilitas transit para pemudik di GOR Tawang Alun.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Salimi usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Gelanggang Olah Raga (GOR) Tawang Alun dan gedung Dormitory Atlit, Senin (04/05/2020).
Menurut Salimi, dari jumlah 30 bed yang ada di GOR Tawang Alun bukanlah bed baru, melainkan bed bekas kiriman dari Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD).
“Selain ditemukan 30 bed semuanya dalam kondisi bekas, di GOR Tawang Alun tidak disiapkan fasilitas pendingin ruangan (AC), ini yang harus diperhatikan oleh Gugus Tugas,” ujar Salimi.
Sedangkan untuk fasilitas di Dormitory Atlet, imbuh Salimi, jumlah bednya lebih dari 30, itu juga kondisinya tidak baru namun tampak masih bagus.
“Di Dormitory Atlet tadi saya temukan AC nya banyak yang rusak, ini harus segera diatasi, karena di tempat ini sebagai tempat karantina, jadi harus dibuat senyaman mungkin,” bebernya.
Sedangkan untuk di GOR hanya sebagai tempat transit, artinya setiap pemudik yang belum dijemput oleh keluarganya, maka dia harus tetap tinggal di dalam GOR. Meskipun demikian, kata Salimi, baik di GOR maupun di gedung Dormitory Atlet harusnya semua fasilitas disiapkan sebaik mungkin.
“Berapa sih harga bed sepon begitu, saya pikir tidak mahal kok,” cetus Salimi.
Ia juga mengungkapkan, bahwa tidak ada anggaran yang disiapkan untuk tempat isolasi baik di GOR Tawang Alun maupun di Dormitory Atlet.
“Saya tadi sempat tanya Pak Zen Kastolani (Koordinator ruang transit dan isolasi Covid-19), berapa anggaran yang disiapkan, dan Pak Zen menjawab memang tidak ada anggarannya, sangat miris sekali,” ucap Salimi.
Menyikapi hal itu, Salimi meminta agar Gugus Tugas segera mencarikan solusi anggaran, karena anggaran sebesar 78 milyar kemarin DPRD tidak mengetahui, anggaran tersebut dibuat untuk apa saja.
“Kita hanya ingin persiapannya sebaik mungkin, karena ini urusan kemanusiaan,” pungkasnya.(nng)











