SURABAYA|BIDIK NEWS – Komisi E DPRD Jatim merasa geram atas kinerja BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim yang tak memberikan data jumlah alat pendeteksi bencana di masing-masing daerah di Jatim.
“ Kami belum dilapori jumlahnya berapa dan yang masih berfungsi atau tidak. Kami ingin tahu karena ini menyangkut kesiapan dalam antisipasi bencana di Jatim,”ungkap Ketua Komisi E DPRD Jatim Hartoyo saat ditemui di ruang kerjanya , selasa ( 27/6).
Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan pihaknya berharap BPBD Jatim tanggap dalam memeriksa peralatan kebencanaan yang dimilikinya.” Mumpung belum ada bencana kami minta BPBD Jatim segera melakukan pendataan dan pengecekan peralatannya,”jelasnya.
Sementara itu terkait kekeringan di Jatim, Hartoyo mengatakan bencana kekeringan di Jatim sudah sering terjadi di Jatim dan merupakan peristiwa tahunan.” Kami kira BPBD Jatim sudah tahu cara untuk mengatasinya. Kami tinggal mengontrolnya atas penanggulangan bencana di Jatim,”jelasnya.
Soal tambahan anggaran bencana, Hartoyo mengatakan untuk anggaran bencana sudah dialokasikan dalam anggaran darurat di APBD Jatim sehingga bisa disalurkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan
Sementara itu, Kepala BPBD Jatim Suban saat dikonfirmasi melalui ponselnya tak menjawab.( rofik )
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Soroti Daycare, Dorong Pengawasan Ketat dan Standar Perlindungan Anak
SURABAYA l bidik.news - Maraknya kasus kekerasan di tempat penitipan anak (daycare) mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Jawa...
Read moreDetails











