GRESIK– Warga Perum ABR di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, hari Senin (4/7) memulai khotmil Quran sejak pagi, dan malam harinya melakukan istighosah.
Lokasi yang digunakan untuk kegiatan ini berada di paling utara Perum ABR. Namun sudah berada di luar pagar perumahan, dan berhimpitan dengan Telogo Dowo, bekas digali Semen Gresik beberapa waktu lalu.
Di areal yang ditengarai makam panglima perang jaman Kesultanan Giri, memang tidak didapati batu nisan, namun ada batu karang yang ditumbuhi sebatang pohon. Padahal pada sekitar areal tersebut adalah jenis tanah ” Clay”.

Bermula ada seseorang berasal dari Tuban yang menjalani laku, dan bertanya pada beberapa orang di kawasan perumahan ABR dengan menyebutkan ciri cirinya, antara lain : dekat pohon randu yang bolong, ada batu karang yang di tumbuh pohon.
Hampir seharian orang Tuban ini mencari lokasi makam tua yang diindikadikan panglima perang jaman Kesultanan Giri.
Ketika sampai pada Kyai Jazuli di atas Perbukitan Giri, tepatnya di salah satu Dusun di Desa Klangonan , dijanjikan akan segera di beri tahu letak makam yang di cari , baik berdasar kitab klasik tulisan tangan di daun lontar, dan setelah mendapat petunjuk dari Allah.
Kyai Jazuli memerintahkan santrinya mencari lokasi yang seperti tertulis dalam daun lontar, dan bertemulah di utara perum ABR.
“Banyak makam tua dari tokoh tokoh pada masa lalu, saat ini kami dari cicitnya merasa perlu untuk memberikan penghormatan dengan membangun cungkup, khataman, istighosah, serta berdoa di sekitar makan tersebut,” terang Kyai Jazuli. ( ali)










