BANYUWANGI – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengapresiasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Negeri 2 Glagah.
Hal itu diungkapkannya saat meninjau pelaksanaan PTM di SMP Negeri 2 Glagah, Rabu (10/02/2021).
Bersama rombongan, yang terdiri dari istri Sekda Banyuwangi, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi, Camat Glagah, Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Glagah, dan Kades Glagah, Ipuk berkeliling di sejumlah kelas dan lingkungan SMP Negeri 2 Glagah.
“Saya apresiasi luar biasa, UKS, Ruang BK_ nya sangat bagus, memenuhi standart. Lingkungannya luas sekali dan sejuk,” ucap Ipuk usai melakukan peninjauan.
Ia menyebut PTM di SMP Negeri 2 Glagah berjalan baik dan menjaga protokol kesehatan. Kedepan, Ipuk berharap perlu dikembangkan sesuai budaya sekitar.
Sementara Kepala SMP Negeri 2 Glagah Banyuwangi, Hj. Lilik Subekti mengaku sejak pagi kesibukan terjadi di keluarga besar SMP Negeri 2 Glagah.
“Pemberitahuannya mendadak, tapi bukan menjadi masalah. Inilah moment untuk melihat sehatnya kinerja seluruh warga sekolah. Bukan tergantung top leader-nya,” kata Hj. Lilik.
“Kekompakan kami, menjawab kemampuan untuk mengkondisikan secara kilat. Inisiasi mereka masing-masing membuatku terkesima,” sambungnya.
Hj. Lilik juga mengaku bangga bisa berada di lingkungan lembaga yang sehat.
“MasyaAlloh, bangganya berada pada lembaga yang sehat,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran istri Bupati Abdullah Azwar Anas beserta rombongan itu, selain mininjau pelaksanaan PTM, juga memantau bagaimana kesiapan protokol kesehatan, kesiapan UKS dan layanan BK untuk memberikan layanan kesehatan fisik dan psikis.
Ipuk juga memastikan jumlah siswa per kelas 50 persen, kesan siswa saat PTM. Tentu mereka semua merasa senang.
Selama berada di SMP Negeri 2 Glagah, lanjut Hj. Lilik, Ipuk meninjau sejumlah kelas, diantaranya kelas 7A kebetulan bertepatan mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris.
Beberapa menit Ipuk menjadi guru Bahasa Inggris, dan menguji beberapa siswa kemampuan English Language-nya. Siswa yang berani maju, mendapat hadiah langsung darinya.
“I am happy, anak-anak menirukan ucapan ibu Ipuk,” ujar Hj. Lilik dengan rasa bangga.
Tak lupa, Ipuk juga menyapa dan memotivasi wali murid penerima bantuan PIP yang saat itu sedang berkumpul di masjid sekolah. Ia pun mengucapkan terima kasihnya kepada Ipuk.
“Terima kasih ibu atas apresiasinya dan sudah ngecharge semangat kami. Semoga, kinerja seluruh pelayan anak bangsa ini semakin meningkat,” pungkasnya.











