MAGETAN l bidik.news – Pemerintah Kabupaten Magetan (Pemkab Magetan) bersama jajaran Forkopimda dan seluruh elemen terkait mematangkan langkah antisipasi menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Persiapan sinergi ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha pada Senin, (1/11/2025) bersama Menteri Dalam Negeri yang memimpin rapat gabungan bersama kementerian/lembaga terkait, seperti Pariwisata, BMKG, Kesehatan, dan BNPB.
Tujuannya memastikan kesiapan dan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Dalam memfasilitasi serta memitigasi potensi kendala selama Nataru.
Ketua DPRD Kabupaten Magetan Suratno menegaskan bahwa garda terdepan dalam pelaksanaan antisipasi ini adalah Forkopimda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen organisasi.
Langkah konkret sudah disampaikan tadi. Garda terdepan untuk pelaksanaan ini adalah Forkopimda, tokoh masyarakat, seluruh elemen organisasi, termasuk nanti peran aktif seluruh stakeholder OPD pemangku di bawah komando Ibu Bupati,” ujar Suratno.
Ada dua fokus utama yang menjadi perhatian serius setelah Rakor ini: perekonomian (inflasi) dan mitigasi bencana alam.
Pengendalian Harga Pokok dan Logistik ,Suratno menekankan pentingnya tindak lanjut rakor dengan meninjau langsung kondisi lapangan, terutama terkait inflasi.
Pengecekan Ketersediaan Logistik: Memastikan kecukupan 9 bahan pokok, gas, dan sayur-mayur.
Pengendalian Harga: Meninjau langsung potensi kenaikan harga kebutuhan pokok agar tidak memberatkan masyarakat saat libur panjang.
Kesiapan Lalu Lintas dan Pariwisata, angkutan darat, serta objek wisata vital juga menjadi prioritas. Penanganan destinasi unggulan seperti Telaga Sarangan mendapat perhatian khusus.
Objek vital kita di Sarangan, antisipasinya jangan sampai crowded seperti tahun kemarin. Meskipun tahun kemarin sudah bagus, kami harap tahun ini lebih lancar dan baik lagi,” harap Suratno.
Kewaspadaan Bencana Alam,tidak kalah penting, pemetaan zonasi rawan bencana wajib dilakukan. Potensi bencana seperti tanah longsor, angin puting beliung, dan banjir di wilayah timur Magetan harus diantisipasi.
Semua keterpaduan, insyaallah habis rakor Bupati memerintahkan untuk rapat bersama, termasuk anggaran.
Menindaklanjuti Rakor bersama yang dikomandoi oleh Menkopolhukam dan arahan dari Mendagri Tito Karnavian, Suratno memastikan seluruh jajaran harus siaga penuh.
Sepenuhnya hampir 24 jam setelah dari rakor dengan pihak terkait seperti Kepolisian, Kodim, TNI/Polri, seluruh tokoh, Basarnas, BNPB, Kesehatan harus dalam satu naungan koridor untuk menyukseskan Nataru.
Hal ini mengindikasikan bahwa seluruh Forkopimda dan lembaga terkait di Kabupaten Magetan berada dalam status siaga penuh untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan stabilitas baik dari segi perekonomian maupun keselamatan publik menjelang dan selama perayaan Nataru 2025.(ex)











