BANYUWANGI | bidik.news – Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menemui massa sopir logistik dan truk yang menggelar aksi unjuk rasa serta memblokade akses kantor Pemkab Banyuwangi sejak Rabu (14/10/2026) siang.
Bersama Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Teguh Priyo Wasono, Made berdialog dengan para sopir yang tergabung dalam GAPIBER (Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu) dan aliansi sopir logistik Jawa–Bali yang masih bertahan didepan Kantor Pemkab Banyuwangi hingga malam hari.
Made bernegosiasi dengan koordinator aksi agar massa bersedia membubarkan diri demi menjaga kenyamanan masyarakat umum, mengingat aksi pemblokiran jalan utama ini sempat melumpuhkan aktivitas perkantoran pemkab, pegawai, hingga mahasiswa magang yang terjebak di dalam area kompleks.
Secara langsung, Made telah menampung seluruh keluhan yang disampaikan aliansi sopir Jawa–Bali tersebut. Namun, belum ada keputusan final atau kesepakatan tertulis yang dicapai dari negosiasi tersebut.
Made memastikan pihak Pemkab Banyuwangi akan membuka ruang untuk bertemu dan berdialog langsung dengan koordinator atau perwakilan massa aksi.
”Jadi, malam ini saya bersama Wakapolresta Banyuwangi memberikan jaminan bahwa besok pukul 09.00 WIB, Wakil Bupati siap menerima jenengan semua. Dan saya pastikan beliau tadi melalui telepon yang sudah kita hubungi beberapa kali, sudah berkomitmen untuk memperjuangkan atau melaksanakan apa yang menjadi kesepakatan yang sudah ditandatangani bersama di Provinsi Jawa Timur sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,” ucap Made didepan para sopir.
Menurutnya, Wakil Bupati Banyuwangi berkomitmen akan memperjuangkan dan merealisasikan apa yang telah menjadi kesepakatan di Provinsi Jatim.
”Jadi besok kita bersama-sama ketemu dengan Pak Wabup untuk mendengarkan apa yang menjadi komitmen beliau. Dan tadi disampaikan dengan tegas, siap melaksanakan komitmen apa yang menjadi kesepakatan di Provinsi Jawa Timur,” jelas Made.
Setelah proses negosiasi, massa aksi mulai membubarkan diri dan meninggalkan area Jalan Ahmad Yani (depan kantor Pemkab Banyuwangi) pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 00.50 WIB.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa dan blokade ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu pada 14 hingga 16 Oktober 2026.
Ada ratusan truk dan kendaraan logistik yang terparkir di sepanjang jalan Ahmad Yani, sehingga menutup akses keluar masuk kantor Pemkab Banyuwangi.
Para sopir memprotes masalah kemacetan kronis di Pelabuhan Ketapang. Mereka menuntut pemisahan Dermaga Landing Craft Machine (LCM) khusus untuk kendaraan logistik, kejelasan waktu tunggu kapal, serta klarifikasi dari Dirut PT ASDP Indonesia Ferry terkait pernyataan yang menyinggung profesi sopir.
Massa juga mendesak pergantian jajaran direksi hingga struktur di bawahnya, serta percepatan perbaikan dermaga di Pelabuhan ASDP Ketapang dan meminta penanganan konkret atas kemacetan parah di jalur menuju Pelabuhan Ketapang yang merugikan waktu dan materi para sopir logistik.(nng)











