GRESIK I BIDIK.NEWS – Setelah melakukan Turun ke Bawah (Turba) di beberapa desa yang berada wilayah selatan dan bertemu lansung kades serta keluhan terkait adanya intimidasi dan pemerasan yang kerap dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai LSM maupun wartawan, Komandan Kodim 0817 Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar kembali melakukan patroli di wilayah utara bersama puluhan Babinsa.
Sembari mengendarai motor trail, orang nomer satu di Kodim 0817 itu menuju Desa Bunderan, Kecamatan Sidayu lalu dilanjut ke desa Bungah, Kecamatan Bungah dan terakhir bertemu dengan para kades se Kecamaran Manyar bertempat di Desa Sembayat.

Dibalai desa Bunderan, Kodim 0817 Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar menyampaikan kedatangannya bersama Babinsa bertemu para kades untuk memberikan rasa aman untuk melayani masyarakat. Pasalnya, banyak keluhan dari beberapa Kades di wilayah selatan sering tidak ngantor dikarenakan sering di intimidasi dan diteror oleh oknum yang mengatasnamakan LSM maupun wartawan.
“Kami datang kesini juga bersama teman-teman dari KWG maupun PWI untuk memberikan suport untuk para kades agar tidak lagi takut jika diancam atau diperas oleh oknum tersebut. Lawan dan laporkan jika diperas,” tegasnya.
Lebih lanjut diterangkan, ketika kita patroli ke wilayah selatan banyak kades yang mendukung serta tingkat keberaian mereka menghadapi problem itu meningkat.
Akan tetapi Damdim menyesalkan mereka yang tidak senang dengan apa yang dilakukan dengan Kodim 0817 dengan KWG menyerang balik melalui berita dan medsos. Dandim menganggap kicauan mereka seperti cacing kepanasan karena bisa dipastikan mereka adalah pelaku pemerasan.

“Kalau mereka bukan pelaku tidak mungkin kepanasan seperti cacing digoreng. Mereka mencatut nama KWG dan PWI seolah jadi beking kades. Kami rasa PWI dan KWG melaksanakan profesinya sesuai dengan etika jurnalisitk dan kode etik jurnalisitik. Kita dan pers sama memiliki tanggungjawab terhadap kondisi sosial kemasyarakatan jika dibutuhkan. Saat ini kita sudah waktunya turun gunung bersama dengan teman-teman wartawan,” ungkap Dandim kelahiran Papua ini.
Oleh karena itu Dandim meminta para kades agar jangan takut lagi dengan intimidasi yang dilakukan oleh pemeras yang mengatasnamakan oknum wartawan dan LSM. Karena mereka hanya memanfaatkan situasi yang semuanya sangat terbuka. Hanya saja mereka memanfaatkan celah yang diperkirakan oleh mereka tidak akan dijangkau oleh pemangku kepentingan di tingkat desa.
“Dengan mengaku sebagai wartawan sangat mungkin pejabat di tingkat desa akan kena mental. Dengan begitu ia akan memperdayai pejabat di tingkat desa. Maka kami selalu menghimbau jangan takut. Hadapi mereka dengan tegas, sekali lagi jangan takut,” tegasnya. (him)











