JEMBER —– Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Paralayang merebut Piala Bupati Jember 2019 yang berlangsung (1-3 November) di Bukit Mandigu Mumbulsari Kabupaten Jember, membawa berkah tersendiri bagi warga setempat.
Berawal pada Jum’at tanggal 1 November 2019 hingga Minggu tanggal 3 November 2019, kegiatan yang berkelas Nasional ini banyak mendapat perhatian warga sekitar.
Bukit Mandigu, suatu lokasi perbukitan yang sebelumnya kurang terlihat begitu bernilai. Namun, bagi pecinta olahraga paralayang, bukit itu punya arti tersendiri. Sehingga kini menjadi perhatian banyak orang.
Hadirnya ratusan orang yang datang ke lokasi kegiatan, juga membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar. Tidak hanya pedagang asongan. Produk home industri, tukang ojek hingga tukang pijat mendapat rejeki bak durian jatuh.
Terlihat keceriaan warga setempat. Bagaimana tidak, dagangan dan karya warga setempat dihargai dengan nilai yang sangat cukup bagi ukuran warga setempat.
Sebut saja Soleh (45) warga setempat yang jadi ojek dadakan ini mengatankan, kejuaraan paralayang tingkat nasional ini membawa berkah tersendiri baginya. “Alhamdulillah untuk kegiatan beberapa jam tadi saya sudah mendapatkan hasil hampir Rp 400.000, ini luar biasa sekali,” tuturnya.
Soleh berharap, kegiatan ini akan terus berlanjut. Sehingga mampu membantu perekonomian warga sekitar bukti. ”Ya kalau bisa sering sering saja, ada kejuaraan nasional di tempat ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Moch Ilyas (26), tukang pijat yang dihadirkan oleh Pemkab Jember. Pemuda ini mengakui sangat senang sekali dengan adanya kejuaraan paralayang yang ada di Desanya.
“Baru sekarang saya berkesempatan mengais rezeki yang Insya Allah kami rasa lebih dari cukup, lebih bangga lagi bisa memijat banyak orang, termasuk para atlit dan pejabat, yang datang ke tempat ini,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, nampak hadir Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Laode M Nurdin dan Kolonel Pnd. Eko Sudjatmiko.

Menariknya, sebelum meninggalkan lokasi, Bupati Faida sempat menemui keluarga difabel yang turut pula berjualan. Secara spontan Bupati memerintahkan muspika setempat mengurus apa yang menjadi keperluan dari warga tersebut. “Pak Camat, tolong dibantu warga kita ini, catat dan urus segala sesuatunya dan segera kirim kebutuhannya ke Pendopo Bupati,” ujarnya. ( Monas)












