BIDIK NEWS | SURABAYA – Peristiwa meninggalnya karyawati restoran Botanika, Nabiatul Muazzaroh (18), lantaran terjepit lift rupanya murni kecelakaan kerja. Ini berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi. Pernyataan ini juga sesuai keterangan dari sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan.
“Itu murni kecelakaan kerja karyawati yang meninggal karena terjepit lift,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, Iptu Budianto, Kamis (15/2).
Saat kejadian, perempuan asal Ngesong Dukuh Kupang Surabaya itu ditemukan tewas di dalam lift dengan kepala terjepit lift. Korban naik lift untuk mengambil sampah. Kemudian sampah yang dibungkus plastik ditaruh dalam lift. Tragisnya, kepala korban terjepit kotak lift dan pagar pembatas.
Atas musibah tersebut, Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, Suharto mengaku prihatin dan ikut berduka cita atas kejadian yang menimpa Nabiatul Muazzaroh.
“Karena kejadian itu murni kecelakaan kerja dan korban terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa. Maka kami berencana memberi santunan kepada ahli waris korban yang nilainya 48 x gaji,” kata Suharto.
Suharto juga menghimbau bagi seluruh perusahaan yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya, bisa segera mendaftar, mengingat kecelakaan dan meninggal bisa terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
“Karena itu, Februari ini kami bersama Disnaker Kota Surabaya akan melakukan sensus atau sweping ke Kecamatan, pusat bisnis dan perkantoran serta kawasan industri,” ujarnya.
Sementara itu perwakilan manajemen restoran Botania kepada keluarga almarhum berjanji akan membantu keluarga untuk melakukan pengurusan surat-surat, seperti BPJS Ketenagakerjaan dan sebagainya.
“Apa saja yang dibutuhkan sama pihak keluarga pasti kita bantu, seperti pengurusan santunan BPJS Ketenagakerjaan dan bank yang menjadi kendala akan kita bantu, kita jalan bareng,” ujar Manager Affair restoran Botanika, Andi Budianto saat berkunjung ke rumah keluarga korban di Jl. Ngesong Dukuh Kupang. (hari)
Teks : Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, Dhyah Swasti (kiri) saat menjenguk keluarga korban di kawasan Ngesong Dukuh Kupang. (Foto : ist)










