BIDIK NEWS | SURABAYA – Universitas Kristen Petra (UK Petra) menggelar Petra Summer Program (PSP), 9-27 Juli 2018 di berbagai lokasi mulai di UK Petra, industri-industri di Surabaya hingga mengunjungi beberapa daerah di Indonesia seperti Bali.
“PSP merupakan international summer program 3 Minggu penuh untuk mengisi liburan dalam rangka meningkatkan kemampuan global agar siap terjun dalam dunia kerja yang sesungguhnya dengan cara menyenangkan,” kata Yopi Yusuf Tanoto, S.T., M.T., Ketua Panitia PSP 2018, Selasa (24/7).
Menggunakan pengantar bahasa Inggris, 46 peserta PSP 2018, terdiri dari 41 mahasiswa UK Petra, 1 mahasiswa Hong Kong Baptist University-Hong Kong dan 4 mahasiswa International Christian University-Jepang.
Para mahasiswa akan memperluas dan menambah pengetahuan mengenai Indonesia, baik industri pariwisata, komunikasi budaya, hingga industri kulinernya. 3 program yang ditawarkan di PSP 2018, yaitu Indonesian Culinary Art (ICA) oleh Program Studi Manajemen Perhotelan UK Petra, Indonesian Tourism Campaign (ITC) oleh Program Studi Ilmu Komunikasi dan Manajemen Kepariwisataan UK Petra dan Special Program for Industrial Challenge and Exposure (SPICE) oleh Program Studi Teknik Industri UK Petra.
“Pembelajaran para peserta ini hingga ke Pulau Bali, sebab Bali sudah sangat internasional untuk fokus ke pariwisata dan dunia kulinernya,” ungkap Yopi.
Seperti yang dilakukan Senin (23/7), para peserta program ICA di Lab F&B UK Petra diajak mengenal sekaligus memasak makanan peranakan. Diantaranya lontong Cap Gomeh, cantik manis, apem hingga Kolak. Sebelumnya mereka telah mengenal dan mencoba membuat bumbu dasar merah, putih hingga kuning.
“Karena mereka berada di Surabaya yang multi etnis, mereka juga belajar seni masakan Peranakan. Sangat menarik ketika belajar kuliner Indonesia ini ternyata bumbu dan rempah-rempahnya sangat bervariasi. Bahkan teknik memasaknya pun berbeda dibanding di Barat,” imbuh Hanjaya Siaputra, S.E., MA., Koordinator ICA.
Lain halnya yang dilakukan para mahasiswa yang mengikuti program ITC, 13 mahasiswa diajak mengunjungi desa wisata di Indonesia dengan membuat video kampanye wisata berdurasi 5 menit. Selama 3 hari (18-20/7), peserta berada di desa Pinge-Bali untuk mengumpulkan data. Kemudian (23-25/7) dilanjutkan dengan pembuatan proyek video di lab TV Gedung Kuntjara Sasmita lantai 2 kampus UK Petra.
“Kami memilih desa yang menerapkan Sustainability Tourism (Desa Wisata). Dibagi menjadi 3 kelompok dengan angle yang berbeda, yaitu overview Desa Pinge, kegiatan sehari-hari masyarakat dan kepercayaan masyarakat disana”, ungkap Daniel Budiana, S.Sos., MA dan Yudianto Oentario, S.E., MM., Koordinator ITC.
Sedangkan 12 mahasiswa peserta SPICE melakukan pengamatan ke perusahaan-perusahaan. Mereka diminta memberikan usulan perbaikan ke perusahaan. Jadi mereka belajar langsung dari industri secara langsung sehingga siap dalam dunia kerja.
“Kegiatan ini mendukung strategi internasionalisasi di perguruan tinggi. Para mahasiswa dapat menambah pengalaman internasionalisasi meski dilakukan di dalam negeri dengan atau tanpa mahasiswa asing karena menggunakan standar internasional. Kegiatan ini melibatkan tak hanya dosen UK Petra saja, etapi juga dosen asing di UK Petra hingga narasumber asing dari industri yang ada di Surabaya dan Bali,” pungkas Daniel. (hari)











