BIDIK NEWS | GRESIK. Berangkat mengerjakan haji di Mekkah tidak selalu dari golongan yang berkecukupan, dan tahun 2018 ini ada penjahit di desa ( 20 KM dari ibukota kabupaten ) yang berangkat bersama istrinya setelah menabung selama 18 tahun.
Ahmad Soleh bin Kalil (57) warga Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng , Kabupaten Gresik, sejak sebelum menikah hingga saat ini berprofesi sebagai penjahit rumahan di desa, yang kadang dapat order, kadang juga sering nganggur, namun karena ketekunan dalam menekuni dunia menjahit, dan juga niat yang kuat untuk berangkat mengerjakan haji, akhirnya niat tersebut kesampaian dan bisa berangkat haji kloter 69 Juanda, Surabaya.
” Sebagai penjahit rumahan di desa yang tidak bisa di andalkan pendapatan setiap hari, maka sejak tahun 2000 selalu di sempatkan menabung di bank minimal 500 ribu sebulan, kalau gak ada yang menyuruh menjahit, ya tabungan tadi di ambil untuk makan dan biaya, dan alhamdulillah, sejak sebelum menikah hingga kini tetap sebagai penjahit, dan 2 anak kami juga sudah lulus sarjana itupun dari berkah sebagai penjahit,” jelas Ahmad Soleh.
Istri dari Ahmad Soleh , Ny Jumaiyah juga merasa bersyukur bisa berangkat haji,” Bagi kami suami istri yang hanya bekerja dengan mengandalkan mesin jahit di desa dan tanpa kuli, serta hanya mengandalkan warga sekitar yang membutuhkan jasa tukang jahit, sehingga mesti saling mendukung dan juga menjaga stamina biar selalu sehat, karena kalau sakit ya berarti tidak mendapat upah,” tegas Jumaiyah.
Lebih lanjut, Ahmad Soleh mengatakan bahwa niat baik untuk beribadah haji itu sudah sejak lama di idamkan, bahkan dalam mencari nafkah juga tidak memaksa, 10 menit sebelum waktunya adzan sudah menutup usahanya, meski ada warga yang butuh jasa jahit, tetap berangkat ke masjid untuk mengumandangkan adzan, kalau memang sudah rejeki, pasti akan kami terima,” pungkasnya. ( ali)











