(Ki-ka) Ketua Forkas Jatim, Nur Cahyudi. Kepala Perwakilan BI Jatim, Difi A Johansyah, dan Kastaf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko. (Foto : Ist)
SURABAYA – Ruang Garden House Hotel Majapahit Surabaya menjadi sejarah, betapa patriotismenya pengusaha di Jatim terhadap kecintaan rupiah.
Patriotisme yang dilakukan puluhan pengusaha yang tergabung dalam wadah, Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim berkumpul bersama demi menyelamatkan ekonomi bangsa yang kini sedang diuji dengan Dollar Amerika.
Dimana pengusaha Jatim mendeklarasikan pelepasan dollarnya senilai US$ 50 juta. Upaya ini dilakukan untuk menanggulangi penurunan rupiah.
Hadir Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (purn) H.Moeldoko, Ketua Forkas Jatim Nur Cahyudi, Asisten ll bidang perekonomian mewakili Gubernur Jatim H.Wahid Wahyudi, Kepala Perwakilan BI Jatim Difi A Johansyah serta para pelaku usaha Jatim.
Moeldoko mengapresiasi upaya pengusaha Jatim yang tergabung dalam Forkas untuk melakukan penukaran dolar secara bersama-sama sebagai upaya menekan pelemahan nilai rupiah.
“Saya bangga sekali dengan upaya Forkas Jatim, ini sebagai upaya kongkret untuk menunjukkan patriotik yang sejati kepada bangsa,” kata Moeldoko yang hadir dalam kegiatan “Bersatu Menguatkan Rupiah” bersama pengusaha di Surabaya, Kamis (20/9) malam.
Kepada pengusaha Jatim, Moeldoko meminta tidak perlu takut dengan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini, apalagi menyongsong pesta demokrasi. “Para pengusaha tidak perlu takut dan berbondong-bondong memesan tiket ke luar negeri, karena pemerintah pasti menjamin pesta demokrasi berlangsung aman,” katanya.
Sementara dalam acara penukaran dolar secara bersama-sama, Forkas mengeluarkan simpanannya sebanyak 50 juta dolar untuk ditukarkan dengan rupiah.
Ketua Forkas Jatim, Nur Cahyudi mengatakan, aksi ini bentuk komitmen para pengusaha agar rupiah bisa kembali stabil. “Dengan naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah, membuat banyak pengusaha yang pusing. Apalagi pengusaha yang menggantungkan bahan baku produksinya terhadap impor. Seperti bidang farmasi, industri sepatu dan lainnya,” katanya.
Difi A Johansyah menambahkan, BI bersedia menampung dan membeli dollar yang akan dilepas oleh pengusaha di Jatim. “Saya sangat yakin jika semua pengusaha dan mereka yang punya dollar mau melepas, maka rupiah akan menguat dan Indonesia selamat dari keterpurukan,” ungkap Difi.
Pergerakan pengusaha di Jatim diharapkan menjadi virus bagi pengusaha dalam negeri untuk melakukan hal yang sama, dengan satu tujuan menyelematkan ekonomi bangsa dan negara. Dengan bersatu padu tanpa memikirkan kepentingan dan keuntungan pribadi semata, maka rupiah tetap kokoh terhadap hantaman dollar Amerika. (hari)









