SURABAYA l bidik.news – Peringatan Hari Jadi (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi terhadap berbagai capaian pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan penekanan angka pengangguran.
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Dr. H. Rasiyo, M.Si., mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Menurut Rasiyo, torehan prestasi di sektor pendidikan Jawa Timur terbukti berada di tingkat yang sangat memuaskan dan berada di atas rata-rata nasional.
“Iya, kalau prestasi saya kira di Dinas Pendidikan luar biasa. Misalkan terkait dengan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Jawa Timur, walaupun rata-ratanya demikian, tetapi hasilnya bagus dibandingkan dengan tingkat nasional,” ujar Rasiyo pada Senin (12/10/2026).
Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur ini menambahkan bahwa pelaksanaan TKA tahap pertama telah berjalan dengan baik, dan Dinas Pendidikan Jatim saat ini tengah menyiapkan tahapan selanjutnya dengan matang.
Seperti diketahui, Jawa Timur menempati urutan ke-5 nasional berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk jenjang SMA/SMK/MA dan sederajat. Hasil tersebut diumumkan pada Desember 2025 dan diberitakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur pada 19 Januari 2026.
Selain sektor kualitas pendidikan, Rasiyo juga menyoroti tren penurunan angka pengangguran di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya penguatan peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai menjadi salah satu ujung tombak penyedia tenaga kerja siap pakai.
“Angka pengangguran ini secara teknis memang ada di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, dan secara umum sudah menurun. Namun, ini juga tidak lepas dari peran sekolah, utamanya SMK yang pendidikannya disesuaikan dengan kompetensi peserta didik,” jelas Anggota Komisi E DPRD Jatim.
Rasiyo mendorong agar program keterkaitan dan kesepadanan (kesesuaian) antara lembaga pendidikan kejuruan dan dunia usaha maupun dunia industri terus diperkuat. Strategi ini penting agar para lulusan dapat langsung terserap ke dalam lapangan kerja yang relevan.
“Harus ada keterkaitan dan kesepadanan dengan dunia usaha dan industri. Artinya, anak-anak yang lulus langsung bisa dipekerjakan di industri yang cocok. Jadi, penciptaan lapangan pekerjaan itu sudah dikanalkan dan diawali sejak dari bangku sekolah, bukan lulus baru dibiarkan,” tegas Rasio asal Dapil Surabaya.
( Rofik )












