JAKARTA – Crown Group, perusahaan pengembang hunian swasta terbesar di Sydney, Australia, memberikan informasi terkini terkait refleksi akhir tahun oleh CEO Crown Group, Iwan Sunito.
Dijelaskan Iwan, sudah 22 proyek hunian yang telah selesai dibangun di Sydney. Dimulai hunian vertikal di kawasan Bondi Junction hingga terakhir Waterfall by Crown Group yang sudah dalam tahap penyelesain akhir.
Dan saat ini masih ada 2 proyek hunian yang sedang dalam proses pembangunan, yaitu Mastery by Crown Group dan Eastlakes Live by Crown Group. Ditambah 3 proyek lagi yang masih dalam tahap perencanaan, yaitu Melbourne, Brisbane dan Los Angeles.
Lebih dari 35 penghargaan berskala nasional dan internasional yang di dapat dari proyek-proyek hunian yang di bangun. Crown Group juga mengalami pertumbuhan ‘Quantum Leap’ dalam 5 tahun terkahir dengan nilai proyek yang telah diselesaikan mencapai Rp 18 triliun.
“Semua ini seperti mimpi. Apabila kita mengingat ketika pertama kali kami (Iwan Sunito & Paul Sathio) mendirikan Crown Group di 1996,” ujar Iwan Sunito, Senin (9/12/2019).
Perbedaan Crown Group dengan perusahaan pengembang lain di Australia. Secara gamblang, Iwan Sunito menjelaskan. “We’re not simply building property, but building a legacy”.
Kualitas pengerjaan dan fasilitas resor bintang 5 adalah sebuah keniscayaan. Sebuah terobosan yang sejak awal di tawarkan di industri hunian vertikal di Australia.
“Namun desain hunian yang cantik dan artistik adalah sesuatu yang membedakan kami dengan yang lain. Itulah sebabnya kami sangat konsisten bekerja sama dengan arsitek-arsitek terbaik di Australia dan Dunia,” katanya.
Adalah Koichi Takada, arsitek pemenang penghargaan yang telah mendesain 3 proyek hunian vertikal Skye by Crown Group, Arc by Crown Group dan Infinity by Crown Group. Lalu SJB architects yang mendesain Waterfall by Crown Group dan Allen Jack + Cottier yang merancang V by Crown Group. Serta Kengo Kuma, sang Dewa Arsitek dari Jepang yang mendesain Proyek terbaru, Mastery by Crown Group”.
“Semua proyek tersebut berhasil menggondol penghargaan bergengsi. Kami menginginkan desain hunian yang mencerminkan mahakarya seni dengan garis modern, yang membuat setiap penghuninya bangga akan tempat tinggal mereka,” ujar Iwan.
“Sebuah pengejahwatan dari idealisme kami di Crown Group. Itulah sebabnya mengapa banyak yang mempertanyakan, mengapa harga kami sedikit lebih tinggi dibanding kompetitor ?. Karena pada dasarnya karya seni tidak bisa dinilai oleh uang,” katanya lagi.
Bukan hanya desain yang modern, kata Iwan, tapi juga pengaplikasian teknologi tinggi seperti sistem otomatisasi hunian juga menjadi poin penting. Dan akhirnya semua konsistensi tersebut terbayarkan dengan semakin dikenalnya Crown Group sebagai perusahaan pengembang global yang berbasis di Sydney, Australia.
“Sebuah pencapain yang tidak mudah, terutama bagi kami yang dilahirkan di Surabaya dan Bali untuk bisa berkompetisi di negeri orang. Tentu saja target kami di masa depan belum berubah, yaitu bagaimana kami bertransformasi dari Development-centric Company menjadi Development and Recurring-income company selain membawa Crown Group menjadi perusahaan terbuka dalam waktu yang tidak lama lagi” ujar Iwan.
Salah satu pembeli asal Indonesia, Erick Ngoei, juga mengungkapkan alasannya memiliki hunian yang dibangun oleh Crown Group. Alasan utama kenapa saya memutuskan memiliki hunian Crown Group, karena yang mereka bangun bukan hanya hunian, namun sebuah karya seni arsitektur dengan kualitas pengerjaan yang luar biasa.
“Sesuatu yang saya belum temukan dari perusahaan pengembang lainnya di Australia,” ungkap Erick.
Paul Sathio, founder dan CEO Crown Group menambahkan satu kalimat singkat yang cukup bermakna. “Finally we’re realized that we’re no longer a small company,” ujar Paul Sathio.
Crown group saat ini sedang dalam proses pembangunan proyek hunian Mastery by Crown Group di Waterloo. Ini proyek hunian dengan 5 menara yang dirancang 3 orang arsitek yang berbeda dan Eastlakes Live di Eastlakes. proyek hunian terbesar dan termahal dalam sejarah Crown Group.
Waterfall by Crown Group akan mulai melakukan serah terima pada awal 2020.











