SURABAYA | BIDIK – Wagub Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak semua Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pengusaha di Jatim untuk ikut mendaftarkan semua pekerjanya di program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Hal ini sangat penting, karena jika kesadaran pengusaha terhadap program BPJS Ketenagakerjaan makin meningkat, maka akan menguntungkan semua pihak baik pekerja maupun pengusaha.
Ajakan tersebut dilontarkan Gus Ipul saat membuka launching “Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan” di Atrium Mall Tunjungan Plasa (TP 2), Rabu (23/8/2017).
Dijelaskan Gus Ipul, jika semua pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka mereka akan lebih tenang dalam bekerja. Karena paling tidak resikonya bisa dialihkan dan ada yang menjamin. Sedangkan pengusaha juga diuntungkan, karena bisa berbagi resiko dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.
Gus Ipul menambahkan, saat ini potensi pekerja di sektor formal sekitar 6 juta orang lebih dan baru sekitar 1,5 juta orang yang terdaftar. Sedangkan di sektor informal baru 94 ribu orang yang terdaftar. Khusus di sektor informal, banyak pihak yang merasa BPJS Ketenagakerjaan tidak penting, dan inilah yang menjadi PR besar untuk pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Targetnya di 2019 mendatang semua pekerja di sektor formal bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karenanya kami bergandengan tangan dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan agar target ini bisa tercapai,” tegasnya.
Menurut Gus Ipul, manfaat yang ditawarkan sangat banyak, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP). “Menurut data BPJS Ketenagakerjaan Jatim, setiap tahun sekitar 11 ribu orang mengalami kecelakaan kerja. itu artinya, terjadi ada 30 orang lebih mengalami kecelakaan setiap hari. BPJS Ketenagakerjaan bisa memberi jaminan, dan program ini bisa digunakan oleh semua kalangan,” tukasnya.
Dan salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya, yakni melalui kerjasama dengan pihak pengelola mall. Karena mall merupakan tempat yang banyak dikunjungi, sehingga bisa meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan. “Semoga kegiatan ini bisa segera ditularkan ke mall-mall lainnya. Sehingga jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan makin meningkat dan masyarakat makin sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Karimunjawa, Suharto menjelaskan, program Mall Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini merupakan yang pertama di Jatim, bahkan di Indonesia.
“Tunjungan Plasa sengaja kita tunjuk sebagai mitra kerjasama, karena mall milik Pakuwon Group ini, seluruh pekerjanya termasuk outsourcing dan telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Dari 2 ribu pegawai, baru sekitar 25 persen tenant di Tunjungan Plasa yang mendaftarkan pegawainya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Harapan kami setelah ini bisa 100 persen tenant di sini untuk terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (hari)







