GRESIK I bidik.news – Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pejangganan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, terus dikebut. Hingga akhir Oktober 2026, progres pembangunan telah mencapai 98 persen dan ditargetkan rampung pada November mendatang.
Gerai yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD) di jalan utama poros desa tersebut disiapkan menjadi pusat penyedia kebutuhan pokok masyarakat sekaligus penggerak perekonomian desa.
Kepala Desa Pejangganan, M. Syaikhuddin, mengatakan saat ini pembangunan tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir atau finishing. Pemerintah desa mempercepat penyelesaian agar gerai KDMP segera dapat dimanfaatkan dan menjalankan unit usaha yang telah direncanakan.
“Progresnya sudah sekitar 98 persen. Tinggal finishing di beberapa bagian dan kami targetkan November 2026 sudah rampung, sehingga bisa segera beroperasi,” kata Syaikhuddin.
Menurutnya, KDMP Pejangganan akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat desa dan sekitarnya. Sejumlah unit usaha telah disiapkan, mulai dari pangkalan LPG 3 kilogram, penyediaan pupuk, hingga penjualan bahan kebutuhan pokok.
Pangkalan LPG 3 kilogram yang selama ini beroperasi di gedung GOR desa nantinya akan dipindahkan ke gerai KDMP setelah pembangunan selesai. Selain itu, koperasi juga akan menyediakan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani dan petambak, serta komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, dan gula.
“Pangkalan LPG 3 kilogram yang sudah berjalan akan kami pindahkan ke gedung KDMP setelah selesai. Selain itu, kami siapkan unit pupuk untuk kebutuhan petani dan petambak, serta kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan gula,” jelasnya.
Syaikhuddin menjelaskan, pengembangan unit usaha tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, keberadaan koperasi diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Konsepnya memang menyasar kebutuhan konsumsi masyarakat. Harapannya koperasi ini bisa menjadi penguat ekonomi utama di desa, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.
Pembangunan gerai KDMP ini juga menjadi bagian dari upaya Pemdes Pejangganan mendukung program ketahanan pangan. Namun, dukungan terhadap sektor pangan tidak hanya dilakukan melalui pengembangan koperasi.
Pemdes Pejangganan juga telah menyelesaikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk saluran irigasi tersier/sederhana sepanjang 73 meter. Pengerjaan infrastruktur tersebut dilakukan secara swakelola.
Keberadaan TPT turut menunjang akses menuju lahan pertanian dan tambak milik warga. Infrastruktur ini diharapkan mempermudah aktivitas usaha pertanian dan perikanan sekaligus mendukung produktivitas masyarakat.
Syaikhuddin berharap, keberadaan KDMP Pejangganan nantinya tidak sekadar menjadi tempat transaksi kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru di desa.
“Kami berharap KDMP ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja lokal, memperkuat ekonomi desa, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pejangganan,” pungkasnya.












