BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diduga telah diobok-obok hacker oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Kasus itu terjadi pada Kelompok Kerja (Pokja) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Jatim yang terdiri dari paket lelang nomor 41313064 kegiatan Preservasi Jalan Akses Kawasan Wisata Ijen dengan anggaran sebesar Rp.19,9 milyar serta paket lelang nomor 41312064 kegiatan Preservasi Jalan Alas Purwo yang alokasi anggarannya Rp.19,9 milyar.
Menurut salah satu Direktur rekanan yang juga peserta lelang paket tersebut, Danu Budiyono mengungkapkan, bahwa setelah proses penawaran, sejumlah peserta lelang diundang klarifikasi dan pembuktian kualifikasi, melalui akun email resmi Kelompok Kerja (Pokja) Jasa Kontruksi Satker tersebut.
Dan setiap peserta lelang dipersyaratkan mengirimkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Kemudian lanjut Danu , sejumlah rekanan dihubungi dan diminta mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening Pokja tersebut dengan alasan untuk pengkondisian pemenang,” Ada salah seorang rekanan mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp.100 juta, kami juga kena tapi nggak sebesar itu,” ungkap Danu.
Ironisnya lagi, imbuh Danu, saat sejumlah rekanan menghadiri undangan tersebut, Selasa, (5/6/2018), pihak Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Jatim mengaku tidak pernah mengirimkan undangan tersebut ,“ Kan aneh, kita diundang dan dimintai uang, tapi pihak Satker bilang katanya nggak ngirim undangan lewat email. Kita sangat kecewa dan dirugikan,” cetusnya.
Danu menyanyangkan dengan adanya kejadian ini, seakan tidak percaya website LPSE sekelas Kementerian PUPR bisa dibobol oleh hacker. Untuk itu, pihaknya menginginkan pembatalan lelang ini,” Saya ingin agar Kementerian PUPR melalui Pokja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Jatim membatalkan lelang ini, karena sistemnya sudah carut marut, dan merugikan,” tegasnya.(nng)








