SUMENEP I bidik.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani melalui penyelenggaraan Festival Srikaya 2025.
Kegiatan ini tak sekadar menjadi hiburan, melainkan bagian dari strategi mengangkat potensi lokal, khususnya buah srikaya, agar dikenal lebih luas dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa festival ini menjadi media promosi sekaligus pemberdayaan petani srikaya.
Dengan digelarnya acara tersebut, srikaya sebagai komoditas khas Sumenep diharapkan dapat menarik minat masyarakat luar daerah, serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar regional hingga nasional.
“Festival ini merupakan ikhtiar kami untuk memperkenalkan kekayaan daerah, khususnya hasil pertanian seperti srikaya, sekaligus mendorong daya saing petani agar pendapatannya meningkat,” ungkap Bupati Fauzi.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi, baik dalam pengolahan, pengemasan, maupun pemasaran buah srikaya, sehingga nilai ekonominya semakin berkembang. Festival di tahun-tahun mendatang pun diharapkan dapat digelar lebih besar dengan konsep dan atraksi yang lebih kreatif.
“Kami ingin buah srikaya ini tidak hanya dikenal sebagai hasil bumi lokal, tapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Harapannya, ini akan meningkatkan minat masyarakat terhadap srikaya dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” tambahnya.
Festival Srikaya tahun ini juga dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama Bupati, jajaran pimpinan OPD, BUMD, dan ASN Pemkab Sumenep, sebagai bentuk kebersamaan dalam mendukung program daerah.
Sementara itu, Krisdiyanto, warga Kecamatan Bluto yang juga petani srikaya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Sumenep atas inisiatif mengadakan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu petani untuk mengenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.
“Sebagai petani, kami merasa terbantu dan termotivasi. Festival ini sangat positif, karena membuka peluang baru bagi kami untuk memasarkan srikaya. Terima kasih kepada Bupati dan seluruh jajaran Pemkab atas dukungannya,” ujarnya.
Ia berharap festival semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, bahkan lebih meriah ke depannya, agar srikaya benar-benar menjadi ikon Sumenep sekaligus penopang ekonomi petani.(Suf)











