SUMENEP | bidik.news – Cuaca ekstrem di bulan Agustus memaksa tim menunda rencana jalur ekspedisi ke kepulauan. Kalau sebelumnya, agenda perjalanan setelah dari Pantai Taneros adalah Pulau Giliyang, tapi kali ini ekspedisi dilanjutkan ke Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, 15 Agustus 2024.
Jarak Pantai Matahari dari pusat Kota Sumenep sekitar 18 kilometer ke arah selatan melewati Jalan Trunojoyo dan Jalan Raya Pamekasan-Sumenep. Kemudian belok kiri ke Jalan Raya Tanjung.
Hanya saja, tim terlebih dahulu menemui Kepala Desa (Kades) Lobuk Moh. Saleh di kantor desa setempat. Jarak dari Kota Sumenep ke Balai Desa Lobuk 17,7 kilometer atau 31 menit perjalanan dengan menggunakan mobil.
Sedangkan jarak Balai Desa Lobuk ke tempat wisata yang dikelola BUMDes itu hanya sekitar 200 meter ke selatan. Tim didampingi kades setempat dan keluarganya menuju pantai.
Setibanya tim ekspedisi di Pantai Matahari, tampak puluhan perahu nangkring di tepi pantai. Perahu-perahu yang dihias serba merah dan putih itu baru selesai mengikuti parade di pagi harinya.
Menurut Kades Lobuk Moh. Saleh, disebut Pantai Matahari karena pengunjung pantai yang di-launching pada Januari 2023 itu dapat menikmati sunrise dan sunset.
“Kalau cuaca cerah, pengunjung bisa menikmati matahari terbit di pagi hari dan matahari terbenam pada sore hari dari sini (Pantai Matahari),” katanya.
Selain panorama pantai dengan pasir putih, pengunjung juga dapat menikmati indahnya laut dengan berjalan melalui jembatan kayu (jogging track). Jembatan itu berjarak 100 meter dari tepi pantai ke tengah laut.
“Rencananya tahun ini, kami akan menambah lagi ke tengah (jogging track ke selatan) sepanjang 100 meter, kemudian dari tengah memanjang lagi ke timur 200 meter,” ungkapnya.
Pengunjung yang meniti jembatan kayu itu juga dapat menikmati indahnya hamparan karang yang berada di sebelah timur jembatan, terutama saat air laut surut.
Di hamparan karang itulah yang juga dijadikan spot pancing. Tampak beberapa pemancing (angler) saat tim berjalan menyusuri sepanjang jembatan.
Sedangkan di sisi barat jembatan, terdapat empat gazebo. Gazebo-gazebo itu sebagai tempat berteduh dan berkumpul para pengunjung. Total gazebo yang dibangun di Pantai Matahari berjumlah 15 unit, termasuk 11 unit diantaranya berada di tepi pantai.
Moh. Saleh mengungkapkan, banyak hal yang akan dilakukan desa untuk menambah eksositisme pantai dan kenyamanan pengunjung. Hanya saja, masih terdapat beberapa kendala.
“Sementara yang bisa kami lakukan untuk menambah kenyamanan pengunjung adalah tetap menjaga kebersihan pantai,” tandasnya.
Bagian Marketing Tim Riset Pariwisata Unija Deny Feri Suharyanto mengatakan, kedatangan timnya ke Pantai Matahari juga untuk melihat pihak pengelola dalam memasarkan Pantai Matahari, sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. “Terutama dalam penggunaan media digital sebagai sarananya,” katanya.
Selain itu dalam penelitian yang dilakukan timnya juga melihat keterlibatan masyarakat, terutama dalam mempromosikan Pantai Matahari.
Selanjutnya, Tim Ekspedisi menuju Taman Wisata Alam Pagarbatu (Boekit TAWAP). Nantikan catatan ekspedisi selanjutnya. (suf)












