SUMENEP I bidik.news – Setelah melakukan serangkaian penelitian ke sejumlah tempat pariwisata di Kabupaten Sumenep, Kota Batu, dan Kabupaten Malang, tim riset yang dimotori LPPM Universitas Wiraraja (Unija) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) akhirnya dapat menuntaskan penelitiannya.
Tim riset yang beranggotakan lima personel itu menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat BRIDA, 23 September 2024. FGD tersebut sebagai sarana dalam menyampaikan laporan akhir penelitian.
Kelima personel itu terdiri dari Wilda Rasaili (Koordinator), Zarnuji (Media), Irma Irawati Puspaningrum (Pengembangan Pariwisata), Ach. Andiriyanto (Digital), Deny Feri Suharyanto (Marketing). Penelitian tersebut juga melibatkan mahasiswa, yaitu Putri Oliviana Denisa Rahman dan Yulianda Nur Aulia.
Pada FGD laporan akhir penelitian yang berjudul, “Transformasi Community Based Tourism: Digitalisasi dan Keberlanjutan Pambangunan Pariwisata Pedesaan di Kabupaten Sumenep” itu dihadiri sejumlah pihak terkait.
Selain tim peneliti dari LPPM Unija dan BRIDA sendiri, juga hadir perwakilan dari dinas dan desa terkait. Baik dari BRIDA, dinas, maupun perwakilan dari desa kompak memberikan koreksinya untuk perbaikan hasil penelitian yang dilakukan tim.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua undangan yang menyempatkan hadir pada FGD laporan akhir kali ini. Tentunya saran dari semua pihak sangat kami harapkan untuk penyempurnaan hasil penelitian yang kami lakukan,” kata Wilda Rasaili, Koordinator Riset.
Tempat wisata yang menjadi objek penelitian di Sumenep antara lain, Somber Rajeh Desa Rombiya Timur, Kebun Raya Calina Bato Desa Jambu, Pantai Taneros Desa Beluk Ares, Pantai Matahari Desa Lobuk.
Kemudian Taman Wisata Alam Pagarbatu Boekit TAWAP Lengleng Desa Pagarbatu, Kampung Pasir Desa Legung Timur, dan Wisata Oksigen di Pulau Giliyang.
Selain di Sumenep, tim juga meneliti Wisata Dusun Kuliner, Desa Tulungrejo, Kota Batu dan Cafe Sawah Desa Pujon Kidul, Malang. Kedua tempat wisata itu sebagai perbandingan dalam penelitian lokasi wisata yang dilakukan di ujung timur Madura.
Kepala BRIDA Sumenep Benny Irawan mengapresiasi tim yang sudah berjibaku dalam menuntaskan penelitian mengenai pariwisata di Sumenep. “Terima kasih kepada tim yang sudah menuntaskan penelitian itu (tentang pariwisata digital),” katanya.
Menurutnya, dengan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat berguna untuk pengembangan tempat wisata di Sumenep. Sehingga dapat lebih mengoptimalkan eksistensi Sumenep sebagai destinasi wisata. (suf)











