PASURUAN I bidik.news – Baru beroperasi dua bulan, jumlah pasien layanan kateterisasi jantung di RSUD Bangil dinilai sudah cukup tinggi.
Hanya saja, layanan itu belum bisa dimanfaatkan peserta BPJS, kecuali yang dalam kondisi gawat darurat.
Kabid Pelayanan Medik RSUD Bangil dr. Dian Arie Setyawati mengatakan, sejak beroperasi Mei lalu, layanan tersebut bisa menangani pemeriksaan gejala jantung coroner, kelainan katup, rad dan irama jantung.
Selain berfungsi mendiagnosa gejala gangguan jantung, cathlab yang dimiliki juga mampu melakukan tindakan terapi invasif.
Seperti pemasangan ring dan penanganan penyumbatan jantung.
Dengan kata lain, pasien dapat memperoleh diagnosis dan penanganan yang komprehensif dalam satu tempat. “Per bulan, rata-rata menangani 10 pasien,” kata Dian.
Jumlah itu dinilainya sudah cukup banyak. Mengingat cathlab merupakan salah satu layanan baru dan belum terkover BPJS Kesehatan.
Kecuali hanya pasien BPJS yang kondisinya darurat dan mengancam jiwa.
Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina menyatakan, pihaknya telah berupaya untuk memperluas cakupan layanan kateterisasi jantung. Agar layanan tersebut, dapat diakses oleh lebih banyak pasien, termasuk peserta BPJS.
“Kami telah mengajukan permohonan kepada BPJS Kesehatan agar layanan kateterisasi jantung dapat dikover sepenuhnya,” jelas Arma.
Apalagi, layanan tersebut menjadi satu-satunya yang dimiliki rumah sakit di Pasuruan. Dengan adanya layanan ini, masyarakat Pasuruan tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit luar kota.
Arma juga menegaskan, RSUD Bangil telah memiliki sumber daya yang cukup, untuk mendukung perluasan layanan kateterisasi jantung.
“Dengan tiga spesialis jantung, sebenarnya kami sudah cukup siap untuk mencakup layanan pasien secara lebih luas. Termasuk peserta BPJS,” imbuhnya.
Wanita berjilbab ini menegaskan RSUD Bangil siap dengan layanan terbaik untuk pasien gangguan jantung. “Kami siap dengan layanan yang terbaik,” jelas Arma sapaan akrabnya. (rusdi)











