SURABAYA l bidik.news – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai melakukan pelebaran jalan di sejumlah titik. Pelebaran jalan ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan namun juga peningkatan konektivitas.
Dari data yang diperoleh sejumlah titik dan anggaran pelebaran jalan diantaranya Ploso – Batas Kota Jombang Rp 5.894.135.800, kemudian jalan Batas Kota Lamongan – Batas Kabupaten Mojokerto Rp 21.416.500.000, jalan Ponco – Jatirogo Rp 16.528.200.000, jalan Maospati – Magetan Rp 32.146.000.000.
Kemudian pelebaran jalan Nganjuk – Kota Kediri Rp21.000.000.000, pelebaran jalan batas Kota Malang – batas Kota Batu Rp13.287.000.000, pelebaran jalan Lumajang – Jember Rp15.308.240.000 dan pelebaran jalan Kasihan – Puger 30.000.000.000.
Anggota Komisi D DPRD Jatim Miseri Efendy mengatakan pelebaran dilakukan dari lebar semula 6 – 7 meter menjadi 10–11 meter. “Pelebaran jalan ini teranggarkan di APBD 2025,” ujarnya pada Senin (5/5/2025 ).
Politisi Partai Demokrat ini menambahkan kalau saat ini pihaknya usai meninjau pelebaran jalan Kecamatan Arjosari, Pacitan – Kecamatan Purwantoro, Wonogiri. Pelebaran jalan ini dengan alokasi anggaran sebanyak Rp19,8 miliar. “Akan tetapi masih ada sekitar 13 kilometer yang belum tertangani. Kami dorong sisanya bisa masuk APBD 2026. Dengan adanya perbaikan infrastruktur, tidak hanya melancarkan lalu lintas, tapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Miseri menambahkan pihaknya juga mengawal pelebaran jalan Maospati – Magetan dengan alokasi anggaran Rp 32 miliar sekian di tahun anggaran 2025. “Sebenarnya ini sempat terhenti pada emoat 4 tahun lalu saat Covid19. Sekarang ini kita lanjut lagi, karena sudah ada pembebasan lahan,” jelasnya.
Diketahui tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga menggelar 20 proyek strategis untuk jalan dan jembatan. Yaitu pembangunan jalan (5 persen), pelebaran jalan (35 persen), pemeliharaan rutin (40 persen), pembangunan jembatan (15 perse), serta perbaikan jalan (5 persen).
Wilayah Kediri, Jember, dan Pacitan menjadi fokus utama, supaya koneksi antar daerah makin lancar dan ekonomi tumbuh merata.
Tujuan proyek ini agar perjalanan lebih cepat, hemat biaya logistik, dan pastinya lebih aman bagi pengguna jalan.
Contohnya, pembangunan Jalan Akses PIMPA di Surabaya, pelebaran Jalan Maospati di Madiun, plus rekonstruksi Jembatan Kutorejo.
Peta proyek juga menunjukkan penyebaran merata, dari Surabaya sampai Jember, sehingga semua daerah mendapat manfaat. ( Rofik )












