SUMENEP | BIDIK.NEWS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Sumenep dikabarkan banyak yang tidak aktif. Meskipun sudah banyak yang terbentuk. Namun, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat mengklaim sudah aktif melakukan pengawasan dan pembinaan pada Desa.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, usaha yang dijalankan BUMDes di Kabupaten Sumenep banyak yang belum maksimal. Jika melihat data desa yang sudah mendirikan BUMDes, banyak yang masih pemula.
Dari 330 desa 323 sudah memiliki BUMDes. Tapi 130 masih kategori Bumdes Pemula. Bumdes Berkembang 138 dan hanya 26 Bumdes maju.
DPMD Sumenep pasrah pengelolaan BUMDes kepada desa. Karena itu, dinas meminta masyarakat mengawasi pengelolaan BUMDes di masing-masing desa.
Kepala DPMD Sumenep Anwar Syahroni mengatakan, mayoritas saat ini desa sudah memiliki BUMDes. Namun, memang belum semuanya berjalan dengan maksimal. Sebab, masih ada sebagian besar yang baru terbentuk.
Sehingga perlu penyesuaian dan waktu untuk memaksimalkan kelembagaannya. Termasuk bentuk usaha yang dijalankannya. “Iya memang ada beberapa BUMDes yang baru terbentuk tapi belum menjalankan usaha,” katanya.
Anwar Syahroni menyadari, selama ini dirinya memang kerap menerima laporan BUMDes yang tidak aktif. Makanya, informasi tersebut langsung ditelusuri olehnya untuk mengetahui penyebabnya. “Langsung kita koordinasikan dengan pengawasanya yakni Desa. Kan BUMDes ada badan pengawasnya sendiri. Kami DPMD hanya sebagai fasilitator dan pengawasannya berjenjang,” ucapnya.
Selain itu, dirinya juga mengakui selama ini sudah berperan banyak untuk mengembangkan BUMDes. Seperti pemberian pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari perangkat desa. “Sebenarnya fungsi kami lebih pada fasilitasinya. Misal kita mendorong agar BUMDES dapat berbadan hukum,” imbuh Syahroni. (suf)












