BANYUWANGI – Dinilai telah melecehkannya, Ketua Komunitas Pejuang Jalanan (KPJ) Laskar Putih, M. Yunus Wahyudi akhirnya melaporkan akun anonim Mbah Kakung ke Polresta Banyuwangi, Senin (20/01/2020).
Didampingi sejumlah LSM di Banyuwangi, Yunus yang juga dikenal dengan sebutan Harimau Blambangan, mendatangi Mapolresta Banyuwangi dan membuat laporan resmi dugaan ujaran kebencian.
Kemarahan Yunus benar-benar memuncak, lantaran artikel yang ditulis Mbah Kangkung dalam laman ceritatujuhbukit.com telah menyebutnya dengan ‘Pahlawan KW 5’.
Yunus menuding, artikel yang ditulis Mbah Kangkung tersebut, sengaja dibuat oleh komunitas atau sekelompok orang pro tambang emas tumpang pitu, dengan tujuan untuk menghina dirinya dan menebar ujaran kebencian yang meresahkan masyarakat Banyuwangi.
Selain itu, lanjut Yunus, artikel dalam laman ceritatujuhbukit.com itu juga dinilai telah menghina sejumlah media, aktivis LSM, Walhi, Jatam serta warga tolak tambang emas tumpang pitu.
“Artikelnya berupa ujaran kebencian, semuanya dihina, mulai media, aktifis dan rakyat Banyuwangi (warga tolak tamab emas,” kata Yunus saat dikonfirmasi usai laporan.
Ia menjelaskan, ada sejumlah kata-kata yang tidak sopan, kasar dan tidak menghargai. “Artikel itu jelas menyebut, wartawan ini kebo, kadal, badak yang seharusnya disetrum. Semua itu bahasa yang menyakitkan,” cetusnya.
Yunus berharap kepada pihak kepolisian agar laporannya tersebut segera ditindak lanjuti agar tidak memperkeruh situasi yang tengah memanas di Dusun Pancer.
“Kita sudah dapatkan semua data dan artikel mbah kakung. Data penulis dan alamatnya sudah kita serahkan ke pihak berwajib. Mbah kakung…bersiaplah, kamu akan dimusuhi oleh semua rakyat Banyuwangi, karena kamu hanya mengeruk kekayaan di Banyuwangi,” tegas Yunus.
Munculnya artikel mbah kangkung dalam laman ceritatujuhbukit.com tersebut, diduga karena getolnya Yunus mendampingi masyarakat tolak tambang di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Hingga saat inipun situasinya masih memanas, karena masyarakat tersebut akan terus berusaha menyelamatkan wilayah Gunung Salak dari rongrongan perusahaan tambang emas.











