SURABAYA I BIDIK.NEWS – Persoalan yang dialami oleh sukarelawan tenaga kesehatan yang berkerja di puskesmas kabupaten Bangkalan Resah karena datanya tidak masuk dalam kementrian kesehatan ( Kemenkes ) yang saat ini melakukan rekrutmen pendataan pegawai tenaga kesehatan non ASN melalui sistem informasi sumber daya manusia kesehatan .
“Pendataan tersebut sudah dilakukan awal tahun 2022 melalui masing- masing puskesmas lewat operator .Data ini langsung nyambung ke Dinas kesehatan baru di kirim ke Pusat,” terang Mathur Husairi saat menerima aspirasi Sukwan Nakes sekabupaten Bangkalan pada Kamis (3/11/2022).
Politisi asal PBB menjelaskan setelah pendataan ini selesai mereka harus mengecek ulang kepesertaan mereka sudah terdaftar atau belum. Dari pendataan tersebut ternyata banyak yang tidak masuk, makanya mereka meminta untuk di bukakan akses untuk merevisi atau memperbaiki data tersebut agar para Sukwan Nakes masuk kedalam pendataan yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan ( Kemenkes ).
“Kebetulan tadi saat sukwan Nakes Wadul ke Komisi E, ada pimpinan Komisi A Pak Samwil terkait pendaftaran P3K termasuk konsep dari Komisi A. Ini tidak lepas koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan BKD atau BKN dengan Kemenkes,” jelas Anggota Komisi E DPRD Jatim ini.
Komisi E mengharapkan agar Komisi A mau membantu dengan meminta data agar di sampaikan ke BKD.
“Kasihan mereka karena menurut pengakuannya sudah mengabdi hampir 12 tahun hingga 15 tahun,” terang Mathur.
Sementara itu Sukwan Nakes asal Bangkalan Siti Khotijah menyampaikan pihaknya menginginkan agar datanya sampai ke kementrian kesehatan (Kemenkes). Kami sangat kecewa ternyata data kami yang hampir mengabdi puluhan tahun tidak terdaftar atau nyambung ke Pusat .
“Kami berharap Wakil Rakyat yang ada di DPRD Jatim Mau memperjuangkan hak kami untuk ikut dalam perekrutan P3K agar kesejahteraan kami terjamin. Karena selama ini kesejahteraan kami tidak manusiawi. Setiap bulan kami hanya menerima gaji antara 100 ribu sampai 300 ribu perbulan dengan tuntutan untuk masuk setiap hari Melayani pasien,” jelasnya. ( Rofik )











