JEMBER | BIDIKNEWS – Dicoretnya anggaran penyertaan modal terhadap Perusahaan Perkebunan Daerah (PDP) Kahyangan sebesar Rp 5,8 Miliar terus menuai protes, puluhan buruh PDP yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK) ngeluruk Kantor Bappeda, Kamis Pagi (08/8/2019).
Gerakan Buruh yang di Komandoi Dwiagus Budiyanto langsung mendatangi Kantor Bappeda untuk menanyakan terkait di coretnya anggaran Rp 5,8 M yang di anggap sebagai urat nadi dari ribuan buruh.
Untuk diketahui, usulan penyertaan modal terhadap PDP sebesar 5,8 M sudah dilakukan awal tahun 2018,namun sangat mengecewakan, hasil klarifikasi kami, bahwa ” Direksi tidak pernah diajak berkoordinasi terkait penyertaan modal tersebut,” keluhnya.
Atas persoalan tersebut, kami mendatangi Kantor Bappeda untuk bertemu dengan Kepala Bappeda mengklarifikasi terkait dicoretnya penyertaan modal kepada PDP, “jika hal ini terjadi sebanyak 2 ribu lebih karyawan PDP nasipnya tidak menentu dan terancam tidak mampu memberi nafkah kepada keluarganya,” ujarnya.
Kami meminta bagaimana caranya penyertaan modal sebesar Rp 5,8 M ini masuk dalam P-APBD tahun 2019,karna ini penting untuk keberlangsungan perusahaan dan karyawan yang ada di dalamnya. “Kami hanya minta Rp 5,8 M jauh lebih kecil dari Silfa yang mencapai Rp 700 Milyar,” cetusnya.
Kami sangat kecewa sekali ketika Kepala Bappeda Achmad Fauzi tidak menemui kami,oleh itu pemberian pakaian dalam wanita (katok dan Kutang) ini sebagai simbul kalau kepala Bappeda itu “Banci” ,pungkasnya. (Monas)









