MANGGARAI TIMUR (NTT)– Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, secara resmi membuka pelatihan pemandu wisata pedesaan Matim dengan metode online yang di laksanakan selama tiga hari ke depan terhitung dari tanggal 04 -06 Agustus 2020 bertempat di Aula Kopdit AMT Borong, Selasa (04/08/2020).
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan unsur Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), perangkat desa dan masyarakat dengan mengambil tema “Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan dengan Pendekatan Pasar Pariwisata”.
Dalam sambutannya, Bupati Matim Agas Andreas, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui pengembangan desa wisata di Kabupaten Matim harus ditingkatkan, baik potensi alam, budaya maupun pertanian.
Lanjut Agas, semua peserta pelatihan diharpakan untuk lebih serius guna dapat menigkatkan pengetahuan serta menambah informasi khususnya yang berhubungan dengan pengetahuan pemandu wisata.
“Saya berharap agar saudara/saudari lebih serius dan fokus dalam mengikuti pelatihan, sehingga pengetahuan yang di peroleh bisa di bagikan dengan masyarakat di desa masing-masing,” Jelasnya kepada Bidik.News
Hal senanda disampaikan Kabid Pengembangan Sumber Daya dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Matim, Rofinus Hibur Hijau, bahwa upaya peningkatan kualitas tata kelola destinasi pariwisata melalui pembangunan, pengembangan dan penataan kawasan pariwisata perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan sumber daya manusia pelaku usaha kepariwisataan, salah satunya dengan pelatihan.
Lebih Lanjut ia menuturkan, tujuan dari kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat dan pelaku wisata dalam meningkatkan kemampaun tentang pemandu wisata pedesaan/perkotaan.
“Dengan adanya pelatihan tentu membawa harpan kelak dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi pengunjung di desa wisata, “ungkapnya
Bupati Matim juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada nara sumber dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Bali, Dekan Fakultas Pariwisata Udayana, I Nyoman Sukma Arida, Praktisi Pariwisata, Made Gunartha dan Gian Saputra serta nara sumber dari DMO Flores.











