JEMBER – Beredarnya selebaran surat yang menyatakan Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief akan kembali mendampingi dr. Hj Faida MMR untuk maju dalam Pilkada tahun 2020 melalui jalur independen mendapat sanggahan dari Wakil Bupati.(14/01/2020)
Hal tersebut di sampaikan oleh Wabup saat wawancara usai melaksanakan upacara ulang tahun hari jadi Jember yang ke 91 di alun-alun Jember.
Rekan-rekan media dan masyarakat Jember,saya kan pada tahun 2015 diminta oleh dr.Faida untuk menemani beliau sebagai wakil bupati, dengan segala pertimbangan, saya sudah lakukan itu,saya temani beliau sampai saat ini dan Insya Allah akan kami bantu hingga masa jabatanya selesai.
Saya sudah matur (menyampaikan) ke Bu Faida bahwa setelah akhir masa jabatan ini akan kembali ke habitat saya,saya kembali ke pesantren,karna banyak yang tidak tahu bahwa dibalik tugas saya sebagai wakil bupati ini ada amanah yang tidak boleh saya tinggalkan di kampung halaman saya.
“Insya Allah saya akan laksanakan tugas ini sampai akhir masa jabatan beliau, akan saya lakukan semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas saya,” terang Wabup.
Ditanya soal apakah akan maju lagi di Pilkada 2020 lewat jalur Partai ataupun independen ?. Dengan santai Wabup menjawab ” ehh, kayaknya lebih besar kemungkinan saya akan pulang kampung,” jelasnya.
Dari jawaban tersebut, Awak Media kembali bertanya, artinya masih ada kemungkinan ?. Ya kemungkinan besarnya saya pulang kampung,soalnya kita tidak tahu takdir,tapi secara pribadi saya tegaskkan akan pulang kampung, tapi tolong di catat, “saya akan membantu tugas-tugas Bupati sampai akhir masa jabatanya,” tegas Wabup
Ketika ditanya kapan masa jabatan Bupati akan berakhir ?, ya kalau menurut SK yang lama sampai tanggal 17 Februari 2021,tetapi karna ada perubahan dimana Pilbup akan dilaksanakan tanggal 23 September 2020 mungkin akhir masa jabatanya lebih maju, saya masih belum tahu itu.
Lebih jauh para Awak Media mengajukan pertanyaan kepada Wabup, bagaimana seandainya banyak tokoh dan partai politik menginginkan pak Kyai jadi P1?,dengan cepat Wabup merespon, ” itu seharusnya ditanyakan kepada orang-orang hebat,saya kan hanya orang kecil dan orang biasa-biasa saja,” tuturnya.
Kita ini jangan berandai-andai,saya ini orang pondok. Seandainya,jika,kalau itu “harfuzununin” (huruf gila) jangan gunakan itu,yang jelas-jelas saja.











